Harga Minyak Dunia Awal Februari Terangkat Data NFP AS

0
72

Harga minyak mentah berjangka yang diperdagangkan pada sesi Amerika akhir pekan hari Jumat (01/02) melonjak naik setelah sejak sesi Asia alami tekanan jual. Kekuatan harga minyak mentah ini mendapat dukungan dari meningkatnya perdagangan saham di bursa Amerika malam ini pasca laporan NFP Januari.

Perdagangan saham Amerika yang dibuka mixed awal sesi bergerak kuat khususnya indeks Nasdaq setelah Departemen Tenaga Kerja melaporkan pekerjaan bertambah sebesar 304.000 pada bulan Januari sekalipun negara tersebut mengalami penutupan operasional pemerintah terpanjang dalam sejarah.

Harga minyak berjangka acuan internasioanl atau biasa disebut minyak Brent berada di posisi $61.53 dengan kenaikan 72 sen atau 1,2 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya. Demikian dengan harga minyak berjangka AS atau WTI alami kenaikan 52 sen atau 0,87 persen ke posisi $53.34.

Sebelumnya pada sesi Asia harga minyak mentah terbebani oleh survei Caixin  hari Jumat yang menunjukkan aktivitas pabrik China menyusut paling dalam hampir tiga tahun pada bulan Januari. Data ini memperkuat kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi terbesar kedua di dunia semakin parah.

Perang dagang AS dengan China dan kondisi keuangan yang semakin ketat di seluruh dunia telah merusak aktivitas manufaktur di sebagian besar ekonomi, termasuk di China, di mana pertumbuhan tahun lalu adalah yang terlemah dalam hampir 30 tahun.

Tentang kenaikan perdagangan saham yang menopang kenaikan harga minyak mendapat support dari komentar di Twitter oleh Presiden A.S. Donald Trump yang mengatakan akan bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping segera untuk mencoba menyelesaikan kebuntuan perdagangan, meskipun Trump kemudian memperingatkan bahwa dia bisa menunda pembicaraan jika kesepakatan komprehensif tetap sulit dipahami.

Untuk pergerakan harga minyak selanjutnya, analyst Vibiz Research melihat dukungan untuk kenaikan harga masih kuat baik  pemotongan pasokan dari OPEC yang dilaporkan alami penurunan produksi  pada Januari sekitar 890.000 bph dari bulan Desember. Kemudian juga adanya sanksi AS terhadap minyak Venezuela serta laporan terbaru pasokan bensin Amerika menurun.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang
SHARE
Previous articleHasil Pertemuan Dagang AS-China; Jinping Ingin Bertemu Trump
Next articleSerapan Dana Desa di Jawa Timur Capai 99,6%
Avatar
Jul Allens is Editor in Vibiznews.com and as Senior Commodity Researcher of Vibiz Research Center, that makes market analysis (fundamental & technical) and research of global commodities. Since 2004 he has also active as a national leadership trainer - Vibiz Learning Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here