Bursa China Cetak Untung di Awal Februari Meski Data Manufaktur Suram

0
104

Melihat kondisi bursa saham China pada perdagangan awal bulan Februari 2019 terkait maraknya sentimen perdagangan global yang berhubungan dengan negara ekonomi terbesar kedua ini, berhasil membukukan kenaikan harian kecuali bursa saham Hong Kong yang retreat.

Perdagangan saham di China daratan pada hari Jumat (01/02) mencatat kenaikan karena harapan pulihnya perang dagang AS-China meskipun laporan data manufaktur negara tersebut berada di bawah ekspektasi. Indeks komposit Shanghai naik 1,3 persen menjadi ditutup pada sekitar 2.618,23 sementara komponen Shenzhen melonjak 2,738 persen untuk menyelesaikan hari perdagangannya di sekitar 7.684,00. Indeks komposit Shenzhen juga naik lebih tinggi sebesar 2,765 persen menjadi ditutup pada sekitar 1.309,99.

Namun untuk perdagangan saham di bursa Hong Kong, indeks Hang Seng ditutup turun 0.13 persen atau 35.23 poin pada posisi  27,907.24. Penurunan indeks juga dipengaruhi berita proyeksi penjualan ritel Hong Kong tahun ini akan menurun.

Sebuah survei swasta pada sektor manufaktur China pada hari Jumat menunjukkan bahwa aktivitas pabrik mengalami kontraksi pada bulan Januari dimana indeks PMI berada di 48,3 di Januari, dibandingkan dengan 49,7 di Desember.

Hasil pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He yang berusaha mencapai kesepakatan,  Presiden Trump mengatakan bahwa negosiasi perdagangan antara kedua negara berjalan dengan baik dan bahwa Cina ingin membuat kesepakatan. Dia juga mentweeted bahwa kesepakatan akhir akan meninggalkan tidak ada yang belum terselesaikan tetapi tawar-menawar hanya bisa dilakukan setelah dia bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here