Mayoritas Bursa Asia Ditutup Untung, Kecuali Bursa Australia dan Korea Selatan

0
60

Pasar saham di seluruh wilayah Asia-Pasifik ditutup sebagian besar menguat dalam zona hijau pada perdagangan hari Kamis (31/01)  setelah kenaikan tajam di Wall Street semalam pasca The Fed menegaskan kembali posisinya untuk bersabar tentang kebijakan lebih lanjut.

Sementara itu, data menunjukkan bisnis manufaktur China kontraksi untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan  Januari yang membebani sentimen pasar saham. Dari semua bursa utama, bursa saham Australia dan Korea Selatan yang paling banyak merugi.

Nikkei 225 naik 1,1% menjadi 20.773; Shanghai Composite naik 0,4% menjadi 2.585; dan Hang Seng bertambah 1,1% menjadi 27.942. Sementara itu, Kospi naik 0,1% lebih rendah ke 2.205; dan S & P / ASX 200 kehilangan 0,4% menjadi 5.865.

Pasar saham Cina daratan mengakhiri hari perdagangan mereka dengan mixed, dimana indeks komposit Shanghai naik sekitar 0,35 persen namun indeks komposit Shenzhen, tergelincir 0,698 persen. Sementara itu, indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong naik sekitar 1 persen, pada jam terakhir perdagangannya.

Di tempat lain di Asia, indeks Nikkei 225 pada bursa saham Jepang naik 1,06 persen dengan indeks Topix alami kenaikan 1,08 persen yang banyak disuport oleh perdagangan saham konglomerat Jepang Softbank Group yang melonjak 4,77 persen.

Kerugian terjadi di bursa saham Korea Selatan dengan indeks Kospi melemah tipis dengan penurunan 0,06 persen. Tekanan terhadap indeks banyak disumbang oleh anjloknya saham  industri  kelas berat Samsung Electronics yang turun 0,54 persen setelah perusahaan memproyeksikan laba yang lebih lemah pada 2019 menyusul penurunan 29 persen pada laba operasional kuartal keempatnya.

Demikian juga pelemahan indeks saham terjadi di bursa saham Australia dengan indeks ASX 200 tergelincir 0,37 persen ditutup pada 5.864,70. Namun tekanan indeks ditahan oleh kenaikan saham perusahaan minyak  seperti Santos naik 2,69 persen, Woodside Petroleum naik 0,82 persen. Beach Energy melonjak 5,13 persen.

Sedangkan pergerakan saham di Indoensia pada perdagangan hari ini cukup menarik dengan banyaknya modal asing masuk ke bursa hingga membuat IHSG ditutup menguat 1 persen lebih dari perdagangan sebelumnya.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here