Bursa Asia 30 Januari Ditutup Mixed, Bursa Jepang dan China Kalah

0
99

Perdagangan saham kawasan Asia pasifik pada hari Rabu (30/01) ditutup bervariasi  dengan bursa saham China daratan dan Jepang yang paling banyak merugi karena investor menunggu hasil pembicaraan perdagangan AS-China yang dimulai malam ini selama 2 hari. Selain itu pasar juga menanti pengumuman kebijakan moneter Fed yang diperkirakan dovish.

Bursa saham utama Asia yang berhasil membawa indeks benchmarknya ke jalur positif dan kuat yaitu bursa Korea Selatan, bursa Australia, bursa India, bursa saham Tapei dan juga bursa Hong Kong.

Perdagangan saham di bursa Australia cukup fluktuatif hingga berakhir menguat tipis, dengan indeks ASX 200  naik 0,21 persen yang ditutup pada 5.886,70. Dukungan kuat yang mengangkat indeks yaitu lonjakan saham material dan tambang seperti  saham Rio Tinto melonjak 4,51 persen, Fortescue Metals Group melonjak 7,75 persen dan BHP Billiton naik 2,55 persen. Namun laju indeks dibatasi oleh data tingkat inflasi Australia bulan Januari naik  di atas ekspektasi, meskipun inflasi inti tetap di bawah target bank sentral.

Pasar saham di Korea Selatan laku keras dengan indeks Kospi menguat cukup signfikan atau berhasil naik hingga 1,05 persen yang ditutup pada posisi 2.206,20. Penguatan indeks disumbang oleh rally saham unggulan seperti saham Samsung Electronics, namun berusaha dibatasi oleh anjlok parahnya saham LG Display hingga turun 3,66 persen setelah perusahaan mengatakan pengiriman panelnya untuk kuartal pertama diperkirakan menurun karena permintaan musiman lemah.

Demikian juga yang terjadi pada perdagangan saham di bursa Hong Kong dengan   Indeks Hang Seng  melaju lebih tinggi sekitar 0,23 persen jelang  jam terakhir perdagangannya. Kekuatan indeks dibatasi oleh anjloknya saham-saham besar seperti saham Tencent yang merupakan salah satu saham raksasa teknologi China  turun 0,29 persen.

Sebaliknya perdagangan yang merugikan yaitu pada perdagangan bursa saham Jepang yang dibuka menguat, kini indeks Nikkei 225 berakhir turun hingga  0,52 persen ditutup pada 20.556,54 sementara indeks Topix turun 0,41 persen pada posisi 1.550,76. Tekanan indeks banyak dipicu oleh kuatnya yen Jepang, sekalipun terdapat sentimen positif dari rilis retail sales Jepang yang meningkat.

Kemudian perdagangan yang merugikan juga terjadi di bursa saham Cina daratan setelah bergerak fluktuatif sejak awal sesi. Indeks  Komposit Shanghai tergelincir turun sekitar 0,72 persen menjadi 2.575,58 sedangkan komponen Shenzhen turun 1,070 persen menjadi 7.470,47 dan indeks  Komposit Shenzhen juga turun 1,279 persen menjadi 1.283,71.

 

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here