Payahnya Teknikal Euro Ringankan Permasalahan Dolar AS Akhir Pekan

0
128

Melihat pergerakan dolar AS yang sejak perdagangan sesi Asia dan Eropa terpukul oleh kelemahan fundamentalnya pasca rilis risalah FOMC yang dovish. Namun di perdagangan sesi Amerika rival dolar di Eropa yaitu kurs euro alami anjlok secara teknikal  setelah mencapai posisi resistensi utamanya.

Akibatnya dolar naik terhadap euro bersamaan dengan anjloknya perdagangan saham bursa Amerika malam ini, dan juga menambah kekuatan memangkas kerugian terhadap rival lainnya.

Namun secara fundamental dolar sedang terpukul kuat oleh dovishnya kebijakan pengetatan moneter Fed di tahun ini yang juga terlihgat dari anjloknya yield obligasi AS pada perdagangan malam ini. Risalah FOMC minggu ini yang menekan dolar AS menggarisbawahi fleksibilitas bank sentral AS pada kebijakan pengetatan moneternya. Kemudian risalah tersebut dikonfirmasi oleh komentar Ketua Fed Jerome Powell semalam.

 

Komentar Jerome  Powell melegakan bagi pasar keuangan secara umum, tetapi tidak untuk dolar. Dalam sebuah forum di Economic Club of Washington Powell mengatakan bahwa bank sentral AS bermaksud untuk menyusutkan neraca keuangannya lebih lanjut, menunjukkan bahwa hal itu belum dilakukan pengetatan kebijakan moneter dulu.

Kemudian kalender ekonomi malam ini tidak memberikan dampak besar bagi dolar apalagi data yang menunjukkan inflasi harga konsumen AS pada bulan Desember turun untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan pada bulan Desember. Data ini mendukung sikap hati-hati Fed tentang menaikkan suku bunga tahun ini.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS  terhadap rival utamanya berada di posisi  95,59 atau menguat 0,05 persen dari perdagangan sebelumnya. Awal sesi Asia indeks dibuka pada posisi 95.55 dan sempat turun ke posisi terendah 95.19 dan tertinggi di 95.76.

Terhadap rivalnya, dolar menguat 0,19 persen terhadap euro, masih melemah 0,72 persen terhadap poundsterling, tertekan terhadap aussie 0,28 persen dan anjlok terhadap yen Jepang 0,05 persen.  Dalam perdagangan lain, yuan China naik ke level tertinggi sejak akhir Juli terhadap dolar, karena  China  memberikan jaminan baru-baru ini untuk meningkatkan fiskal lebih lanjut untuk ekonomi yang melambat.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group 
Editor: Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here