Menperin: Industri Furnitur Sektor Strategis Dalam Mendukung Ekonomi Nasional

0
73
Ilustrasi: Menperin Airlangga Hartarto

(Vibimedia – Nasional) Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto dalam keterangannya saat meresmikan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah, Kamis (10/1), mengemukakan bahwa industri furnitur merupakan salah satu sektor strategis dalam mendukung perekonomian nasional . Mengapa demikian, karena sifatnya yang padat karya dan berorientasi ekspor.

“Industri merupakan sektor yang berperan penting dalam pembangunan nasional karena perannya sebagai mesin penggerak utama perekonomian sekaligus tulang punggung ketahanan ekonomi nasional dengan berbasis sumber daya lokal,” kata Airlangga dalam

Menurut data Kemenperin, kinerja positif dicapai oleh industri furnitur pada periode Januari-Oktober 2018 dimana neraca perdagangan produk furnitur nasional surplus sebesar USD99,1 juta, dengan nilai ekspor menembus angka hingga USD1,4 miliar. Pencapaian ini mengalami kenaikan 4,83 persen dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama di tahun 2017.

“Bertekad untuk terus memacu kinerja ekspor furnitur. Apalagi dengan potensi bahan baku yang kita miliki, mengingat Indonesia merupakan salah satu dari 10 negara yang memiliki hutan terluas di dunia dengan 46,46 persen wilayah Indonesia merupakan kawasan perhutanan,” sebut Airlangga.

Pemerintah terus berkomitmen mengoptimalkan potensi industri furnitur nasional melalui beberapa kebijakan, antara lain melalui program bimbingan teknis produksi, fasilitasi SVLK, promosi dan pengembangan akses pasar. Pembangunan Politeknik Industri Furnitur di Kawasan Industri Kendal ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah terhadap penyiapan SDM industri furnitur yang kompeten.

Salah satu basis industri furnituryang kuat memang  Provinsi Jawa Tengah, yang mampu menyumbang hingga 57 persen dari total ekspor furnitur nasional.

“Dengan target peningkatan ekspor nasional mencapai USD 5 miliar, diperkirakan kebutuhan tenaga kerja furnitur khususnya di Jawa Tengah meningkat sebanyak 101.346 orang dalam dua tahun ke depan,” jelas Airlangga.

Emy T/ Journalist/ VM                                                                                                  Editor: Maruli Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here