Pemerintah Meningkatkan Taraf Hidup Keluarga Prasejahtera Lewat PKH

0
122

(Vibizmedia-Jakarta) Pemerintah mengalokasikan anggaran lebih besar pada Program Keluarga Harapan (PKH),
yang ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup keluarga prasejahtera.

Dalam kunjungan kerjanya, Kamis (10/1), Presiden Joko Widodo memantau langsung penyaluran Program Tahun 2019 di Gelanggang Olah Raga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur.

Dalam acara penyerahan tersebut, hadir sebanyak kurang lebih 1.115 keluarga penerima manfaat PKH dari Kecamatan Ciracas beserta sejumlah SDM pelaksana PKH dari wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Program yang merupakan wujud perhatian pemerintah ini, sekaligus sebagai upaya mengurangi ketimpangan dan kesenjangan.

Pemerintah betul-betul ingin memberikan perhatian peningkatan kesejahteraan di keluarga-keluarga penerima, ungkapnya.

Tiap tahunnya, alokasi anggaran untuk PKH ini terus meningkat. Anggaran sebesar Rp 10 triliun dialokasikan untuk PKH tahun 2016 dengan sasaran 6 juta keluarga prasejahtera. Pada 2017, anggaran tersebut meningkat menjadi Rp 11,5 triliun.

Pada tahun 2018 lalu, penerima manfaat diperluas hingga mencapai 10 juta keluarga dengan anggaran Rp 17,5 triliun. Sementara tahun 2019 ini, alokasi anggaran untuk program tersebut meningkat hingga Rp 32,65 triliun.

Melalui bantuan sosial PKH ini, para keluarga prasejahtera dimungkinkan untuk memiliki akses kepada pelayanan pendidikan dan kesehatan sekaligus meningkatkan taraf hidup.

Sebagai upaya penanggulangan kemiskinan melalui bantuan sosial bersyarat, pemerintah berharap agar semakin banyak keluarga penerima manfaat PKH yang berhasil meningkatkan taraf hidupnya dan mencapai kemandirian.

Jadi penerima PKH yang sudah lulus ya memang harus lepas dari program ini. Kita ini akan meluluskan sebanyak-banyaknya. Bukan membantu sebanyak-banyaknya. Tetapi sekarang ini memang prosesnya membantu sebanyak-banyaknya agar yang lulus semakin banyak, ungkapnya.

Untuk tahun 2018 sendiri, menurut Presiden 200.000 penerima PKH sudah lulus. Adapun untuk tahun 2019, Presiden berharap seluruh penerima PKH bisa lulus.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, bantuan sosial PKH pada tahun 2019 ini terdiri atas dua jenis, yakni bantuan tetap dan bantuan komponen. Besaran bantuan tetap untuk setiap keluarga ditetapkan sebesar Rp 550.000 per tahun untuk program regular atau Rp 1.000.000 untuk penerima manfaat yang berada di daerah dengan kriteria tertentu.

Presiden menyebutkan jika sebelumnya penerima manfaat menerima jumlah yang sama yakni Rp 1.890.000, maka untuk tahun 2019, bisa mendapatkan paling maksimal Rp9.600.000, tergantung besaran bantuan komponen.

Komponen terdiri atas bantuan bagi ibu hamil, anak usia dini, penyandang disabilitas berat dan lanjut usia yang masing-masing sebesar Rp 2.400.000. Sedangkan anak SD/sederajat mendapatkan Rp 900.000. Untuk anak SMP/sederajat memperoleh Rp 1.500.000 dan anak SMA/sederajat mendapatkan Rp 2.000.000.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here