Koneksikan Ekosistem Online dan Offline, Kekuatan Besar Mengembangkan Produk UMKM

0
82

(Vibizmedia-Jakarta) Presiden Joko Widodo menghadiri acara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-9, salah satu start-up unicorn Indonesia, BukaLapak di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada Kamis (10/1).

Kepada para pelaku usaha, Presiden berharap agar tidak hanya mengeksploitasi pertumbuhan ekonomi digital. Ia menilai BukaLapak sebagai organisasi yang tidak sekadar mengejar keuntungan.

Menurutnya, BukaLapak adalah organisasi yang memiliki hati, memiliki jiwa, punya misi sosial, jauh di luar hanya sekadar mengejar profit dan keuntungan.

Inilah saya kira yang menjadi contoh, menjadi teladan kita agar semua pelaku ekonomi digital kita ini meniru dan memiliki semangat yang sama, ungkapnya.

Ia pun memuji BukaLapak, yang sampai saat ini, telah memiliki 4 juta pelapak yang 70-80% merupakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Meski angka tersebut merupakan angka yang besar, Presiden berharap agar bisa lebih banyak lagi UMKM yang masuk ke BukaLapak karena jumlah UMKM di Indonesia ada sebanyak 56 juta.

Presiden juga mendapatkan laporan bahwa BukaLapak tahun ini diseleksi oleh pemerintah untuk menjadi salah satu penyalur kredit ke UKM yang namanya kredit UMi atau kredit Ultra Mikro.

Ini saya kira sangat bagus sekali, instrumen kredit ini akan sangat bermanfaat bagi usaha-usaha mikro yang kita miliki, ungkapnya.

Disamping itu, Presiden Joko Widodo memandang peluang dalam bisnis niaga elektronik atau e-commerce di Indonesia masih sangat besar.

Sekitar dua bulan lalu, Google dan Temasek Singapura memberikan laporan riset atas perkembangan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.

Google dan Temasek memperkirakan nilai perdagangan e-commerce di Indonesia di tahun 2018 adalah USD 23,2 miliar atau sekitar Rp 336 triliun gross merchandise value.

Jumlah tersebut naik lebih 114% dari tahun sebelumnya, sebuah lompatan yang sangat tinggi sekali, ungkap Presiden.

Dalam waktu 6 tahun mendatang, Google dan Temasek memprediksi bahwa angka itu akan naik dua kali lipat yaitu mencapai USD 53 miliar atau sekitar Rp 700 triliun di tahun 2025.

Dengan jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia sebanyak 56 juta. Hadirnya start-up e-commerce seperti BukaLapak adalah sebuah peluang untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, ungkap Presiden.

Bagi Presiden, ketersambungan antara ekosistem online dan ekosistem offline juga dipandang sebagai salah satu kekuatan besar untuk mengembangkan produk UMKM.

Oleh sebab itu, Ia mengajak BukaLapak membangun ekosistem online ini supaya tersambung dengan ekosistem offlinenya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here