Kinerja American Airlines Kurangi Keuntungan Bursa Amerika 10 Januari

0
49
Ilustrasi: American Airlines jet on the Miami International Airport (Source: VOA Indonesia)

Perdagangan saham Amerika di bursa Wall Street kembali mencetak keuntungan  pada perdagangan hari Kamis (10/01), tetapi keuntungan sedikit dibayangi buruknya laporan penjualan perusahaan ritel Macy’s dan pemotongan pertumbuhan pendapatan dari American Airlines sehingga menekan perdagangan saham ritel dan maskapai.

Dow Jones Industrial Average naik 34 poin setelah sempat jatuh lebih dari 100 poin, sementara S&P 500 diperdagangkan tepat di atas garis datar. Nasdaq Composite naik 0,1 persen setelah meluncur 1 persen pada hari sebelumnya. Sebuah kenaikan akan membawa kemenangan beruntun indeks menjadi lima hari berturut-turut.

Saham Macy merosot lebih dari 18 persen  setelah melaporkan penjualan toko yang sama tumbuh hanya 1,1 persen pada November dan Desember. Perusahaan juga memangkas pendapatan dan perkiraan pendapatan untuk tahun fiskal 2018.

Sementara itu, saham American Airlines turun lebih dari 7 persen setelah memangkas perkiraan pertumbuhan pendapatan untuk kuartal keempat. Akibatnya saham Delta Air Lines, JetBlue Airways dan Southwest Airlines semuanya turun setidaknya 2 persen.

 

Pergerakan saham sedikit  turun setelah delegasi dari Washington dan Beijing mengakhiri negosiasi perdagangan tiga hari di Cina pada hari Rabu. Kementerian perdagangan China mengatakan perundingannya  telah membantu mendirikan landasan bagi pembicaraan lebih lanjut.

Jika kedua belah pihak tidak dapat mengamankan perjanjian perdagangan komprehensif pada 2 Maret, Trump mengatakan dia berencana untuk menaikkan tarif menjadi 25 persen dari 10 persen pada impor Cina senilai $ 200 miliar.

Sebagai informasi perdagangan saham Wall Street sebelumnya, saham ditutup lebih tinggi  dengan S&P 500 mencatat kemenangan beruntun terpanjang sejak September. Kinerja tersebut memangkas kerugian yang dialami indeks pada akhir perdagangan tahun lalu. Sejak akhir Desember indeks  naik hampir 10 persen hingga penutupan semalam.

 

Sebagai katalis penggerak pasar hari ini, investor menanti komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Menunggu konfirmasi berikutnya dari risalah pertemuan Fed pada bulan Desember. Dalam risalah tersebut  mengkonfirmasi kesediaan bank sentral untuk bersabar dengan pengetatan kebijakan moneternya.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here