Demi Ketersediaan Pasokan dan Stabilitas Harga, Bulog Luncurkan Operasi Pasar

0
119

(Vibizmedia-Jakarta) Sebagai upaya menstabilkan harga dan menampung serapan beras milik petani pada masa panen raya. Perum Bulog menggelar operasi pasar besar-besaran hari ini, Rabu (10/1).

Bulan Februari dan Maret mendatang panen raya mulai, Presiden meminta Bulog serap beras petani besar-besaran, ungkap Jokowi di sela kunjungannya ke gudang Bulog Divisi Regional Jakarta dan Banten, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (10/1).

Jokowi sampaikan bahwa stok akhir Bulog pada akhir Desember 2018 mencapai 2,1 juta ton. Pasokan itu merupakan volume yang besar jika dibandingkan stok tahun lalu yang hanya sebesar 700 ribu hingga 800 ribu ton.

Untuk itu, Presiden memastikan harga beras sudah terkontrol dengan baik. Sebab, dengan ketersediaan pasokan yang besar akan meminimalisir lonjakan harga beras di pasar.

Menurutnya, saat ini, tren harga beras mulai turun. Selain menjaga stabilitas harga, Ia juga ingin memastikan harga produksi petani dalam suplai beras dapat lebih baik.

Dalam operasi pasar ini, ditargetkan penggelontoran beras Bulog mencapai 15 ribu ton per hari. Sementara target serapan beras petani oleh Bulog sepanjang tahun ini mencapai 1,8 juta ton.

Dengan operasi pasar yang sudah dilakukan pada masa tunggu panen, Bulog tidak perlu lagi menggelar operasi pasar karena produksi petani berlebih. Kelebihan tersebut akan dibeli oleh pemerintah lewat Bulog.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here