Rupiah Dinobatkan Sebagai Mata Uang Terkuat se-Asia di Awal 2019

0
45

(Vibizmedia – Economy) – Mata uang rupiah disebutkan telah mengawali tahun baru 2019 dengan mengalahkan semua mata uang negara-negara Asia, dengan menguat sekitar 2 persen terhadap dolar, dan membukukan level terkuatnya dalam 6 bulan terakhir. Demikian disebutkan oleh Goldman Sachs Group Inc, sebuah investment bank dan lembaga keuangan besar terkemuka di dunia.

Catatan Goldman Sachs, yang dikutip Bloomberg hari ini (9/01), juga menyebutkan rupiah siap menyalip dan mengungguli rupee India di tahun ini. Rupee diketahui menjadi salah satu mata uang terkuat di Asia pada kuartal keempat tahun 2018.

Sekalipun rupiah dan rupee ini sering dianggap satu kelompok sebagai “high yielding currencies”, namun Goldman melihat bahwa ada beberapa perbedaan utama dalam struktur kedua ekonomi yang dapat membedakan kinerja pasar mereka dan peluang investasi.

Disebutkan bahwa Indonesia sebagai eksportir netto komoditas yang dimotori ekspor batubara, dimana harga komoditas yang lebih tinggi akan membantu keseimbangan fiskal dan merugikan India.

Arus portofolio Indonesia lebih didominasi oleh obligasi daripada ekuitas, dan surat berharganya akan unggul di pasar karena berkurangnya secara signifikan ekspektasi kenaikan suku bunga AS, penetapan suku bunga Bank Indonesia yang relatif lebih hawkish, dan dinamika penawaran/permintaan yang lebih baik karena lebih rendahnya defisit fiskal.

Goldman menambahkan, BI lebih sensitif terhadap Fed dibandingkan Reserve Bank of India (RBI). Sebagaimana diketahui, BI telah menaikkan suku bunga acuannya 175 basis poin pada tahun 2018 setelah empat kali kenaikan suku bunga A.S. Sementara RBI hanya meningkatkan suku bunganya dengan 50 basis poin.

Lebih jauh lagi, India tahun ini menghadapi pemilihan umum yang kurang dapat diprediksi, dibandingkan dengan Indonesia di mana Presiden Joko Widodo diperkirakan akan memenangkan pilpres periode kedua. Hal ini akan berdampak pada aliran arus modal dan kinerja mata uang, demikian menurut Goldman yang dikutip Bloomberg (9/01).

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here