Pesona Dolar AS Terburuk Dalam 4 Bulan, Euro dan Aussie Untung Besar

0
116

Dolar AS melemah pada perdagangan forex hari Rabu (09/01) yang terpantau hingga perdagangan sesi Amerika, yang mendapat tekanan kuat dari bangkitnya mata uang yang memiliki yield lebih tinggi seperti euro dan aussie pasca meningkatnya perdagangan aset beresiko. Selain itu pada malam ini tertekan respon negatif investor atas dovish pidato Presiden Fed Atlanta.

Berbicara di sebuah acara yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang Chattanooga, Raphael Bostic berpendapat bahwa Fed perlu bersabar dan menunggu kejelasan tentang arah ekonomi dan risiko terhadap prospek. Pidato yang dovish ini membuat dolar sulit untuk bangkit seperti perdagangan sebelumnya.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap rival utamanya terpantau di posisi 95.43 atau melemah 0,49 persen setelah awal sesi Asia dibuka pada posisi 96.93. Pair  sempat bullish dan naik tinggi ke posisi tinggi di 95.95.  Posisi indeks terkini  merupakan posisi yang paling buruk sejak 4 bulan lalu.

Kuatnya perdagangan aset beresiko yang ikut mengangkat kurs euro dan aussie mendapat sentimen optimisme penyelesaiaan perang dagang AS-China yang sudah dilakukan selama 3 hari dan berakhir hari ini. Baik dari pihak China maupun AS memberikan pendapat yang hawkish pasca pertemuan di Beijing sehingga membuat saham-saham menarik diperdagangkan.

Melihat pergerakan rival-rival utama dolar, kurs euro sedang berada dalam penguatan 0,70 persen, poundsterling mendapat kekuatan 0,54 persen, aussie menguat hingga 0,60 persen dan yen Jepang akhirnya menguat hingga 0,24 persen setelah sempat di sesi Asia melemah.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here