Posisi Dolar AS Awal Pekan Menuju Kondisi Terburuk 2-1/2 Bulan

0
79

Dolar AS melemah pada perdagangan forex hari Senin yang terpantau hingga perdagangan sesi Amerika, yang mendapat tekanan kuat dari ekspektasi kebijakan  Federal Reserve AS tahun 2019 akan menghentikan siklus kenaikan suku bunganya. Dan diantara rival dolar, tampak kurs euro dan swiss franc memimpin kenaikan di antara para pesaingnya.

Komentar Ketua Fed Jerome Powell dalam American Economic Association akhir pekan lalu  mengatakan  bahwa The Fed tidak berada pada jalur kenaikan suku bunga yang telah ditetapkan dan bahwa hal itu akan peka terhadap risiko penurunan harga yang dipatok pasar.

Respon pasar yaitu siklus pengetatan Fed dapat melambat atau berhenti dalam beberapa bulan mendatang dikarenakan  bank sentral dapat mengadopsi pandangan yang lebih berhati-hati.

Komentar dovish ini telah membuat dolar banyak kehilangan momentum sekalipun sebelumnya menguat oleh data perkembangan pasar tenaga kerja atau NFP AS bulan Desember yang melebihi data periode bulan sebelumnya.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap rival utamanya terpantau di posisi 95.72 atau melemah 0,48 persen setelah awal sesi Asia dibuka pada posisi 96.16. Pair juga sempat tertekan ke posisi terlemah di 95.69.  Posisi indeks terkini  tidak jauh dari level terendah 2-1/2 bulan di 95,68 yang dicapai minggu lalu.

Indeks telah  turun untuk sesi ketiga berturut-turut hingga jatuh kebawah kisaran psikologis 96.00 karena sentimen negatif di sekitar dolar terus menguasai. Namun melihat pergerakan tahun 2018. perdagangan dolar AS mengungguli mata uang lain oleh karena Fed menjadi satu-satunya bank sentral yang menaikkan suku bunga utamanya .

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here