Bursa Asia 04/01 Cetak Untung Kecuali Bursa Jepang

0
60

Bursa saham Asia akhir perdagangan pekan ini pada hari Jumat ditutup mixed yang mendapat sentimen positif dari data pertumbuhan sektor jasa China yang solid  sehingga mengangkat bursa China daratan dan Hong Kong naik tajam.  Sementara itu bursa saham Jepang menyerah pada penjualan besar  setelah liburan panjang selama seminggu.

Indeks Shanghai Composite China melonjak 50,51 poin atau 2,05 persen  setelah kementerian perdagangan China mengatakan bahwa China dan Amerika Serikat akan mengadakan pembicaraan perdagangan tingkat wakil menteri di Beijing pada 7-8 Januari. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 2,24 persen menjadi 25.626,03.

Dari sisi data, pertumbuhan di sektor jasa China naik lebih tinggi pada bulan Desember yang membantu meredakan kekhawatiran investor terhadap pertumbuhan. Indeks PMI  Caixin/Markit naik ke tertinggi enam bulan di 53,9 dari 53,8 bulan November.

Bursa saham Jepang turun tajam di sesi perdagangan pertama tahun 2019 dengan indeks Nikkei anjlok 452,81 poin atau 2,26 persen  di tengah kekhawatiran atas kenaikan yen terbaru. Indeks Topix  ditutup 1,53 persen lebih rendah   karena bursa lokal menyusul pasar global lainnya setelah libur Tahun Baru.

Di Jepang saham-saham teknologi menyerah pada tekanan jual yang besar, dengan saham Advantest jatuh 4,1 persen dan Tokyo Electron kehilangan 5 persen karena peringatan pendapatan yang mengerikan dari Apple. Saham pemasok Apple Taiyo Yuden dan Murata Manufacturing anjlok sekitar 10 persen. Lonjakan yen baru-baru ini melemahkan saham eksportir seperti saham Canon, Panasonic dan Sony kehilangan sekitar 3 persen.

Perdagangan bursa  Australia menutup kerugian awal untuk menyelesaikan posisi terendah hari mereka dengan indeks acuan  ASX 200 turun 14 poin atau 0,25 persen. Tekanan indeks datang dari saham perusahaan asuransi Suncorp Group  yang anjlok  3 persen setelah mengatakan mereka sejauh ini telah menerima 24.800 klaim sehubungan dengan badai Sydney bulan Desember yang liar. Rivals Insurance Australia Group dan QBE Insurance Group masing-masing berakhir turun 0,9 persen dan setengah persen.

Bursa saham Seoul ditutup naik tajam karena para investor menyambut laporan media bahwa AS dan China akan mengadakan pembicaraan di Beijing pekan depan dalam upaya untuk meredakan ketegangan perdagangan. Indeks Kospi naik 16,55 poin atau 0,83 persen  setelah mencapai level terendah dua tahun pada hari sebelumnya karena kekhawatiran pertumbuhan global.

Perdagangan saham di bursa lainnya seperti Singapura  ikut meningkat dengan indeks Straits Times  naik 1,3 persen setelah survei Nikkei menunjukkan sektor swasta negara itu terus berkembang pada bulan Desember, meskipun pada tingkat yang lebih lambat. Demikian juga dengan bursa saham Indonesia, IHSG naik 0,67 persen dan bursa saham India  naik 0,3 persen.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here