Market Outlook, 26-30 November 2018

0
48

(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu pasar modal di Indonesia bergerak fluktuatif dengan terperosok lalu rebound di 3 hari terakhir, sementara bursa Asia umumnya melemah oleh tensi perang dagang AS – China. Secara mingguan IHSG ditutup menguat 0.85% ke level 6,006.202. Untuk minggu berikutnya (26-30 November) IHSG kemungkinan masih ada daya menuju level resistant lagi, namun tekanan bursa global akan turut membebani, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 6086 dan kemudian 6113, sedangkan support level di posisi 5747 dan kemudian 5733.

Mata uang rupiah secara mingguan bergerak menguat ke level Rp14,535, merupakan gain 4 minggu berturut-turut atau gain 4.47% dalam sebulan, sementara dollar di pasar global fluktuatif dalam range terbatas di bawah level 16 bulan tertingginya. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 14,930 dan 15,230, sementara support di level 14,510 dan 14,368.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data CB Consumer Confidence pada Selasa malam; disambung dengan rilis Prelim GDP q/q dan Crude Oil Inventories pada Rabu malam; berikutnya pidato Chairman the Fed Powell pada Kamis dini hari; diakhiri dengan rilis FOMC Meeting Minutes pada Jumat dini hari.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data dalam pidato President ECB Draghi pada Senin malam; selanjutnya rilis pidato Gubernur BOE Carney pada Selasa dini hari, diakhiri pidato ECB President Draghi kembali pada Kamis sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data RBNZ Financial Stability Report pada Rabu subuh.

 

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar fluktuatif dan berakhir menguat oleh terseoknya euro karena data pelambatan ekonomi Eropa dan tidak jelasnya perkembangan Brexit, dimana indeks dolar AS secara mingguan menguat ke 96.93. Sementara itu, pekan lalu Euro terhadap dollar terpantau melemah ke 1.1333. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1499 dan kemudian 1.1620, sementara support pada 1.1214 dan 1.118.

Poundsterling minggu lalu terlihat turun tipis ke level 1.2808 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3174 dan kemudian 1.3257, sedangkan support pada 1.2695 dan 1.2661. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat terbatas ke level 112.94.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 114.20 dan 114.54, serta support pada 112.55 serta level 111.37. Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah ke level 0.7230. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7337 dan 0.7381, sementara support level di 0.7163 dan 0.7020.

 

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia umumnya melemah, karena concern investor terhadap tensi perang dagang AS – China dan ketidakpastian perkembangan isyu Brexit. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau menguat tipis ke level 21690. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 22580 dan 22670, sementara support pada level 20970 dan lalu 20775. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 25925. Minggu ini akan berada antara level resistance di 26798 dan 27276, sementara support di 24525 dan 23696.

READ MORE

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here