Harapan Presiden, LDII Memberikan Sumbangsih Pemikiran dan Rekomendasi Pada Pemerintah

0
72

(Vibizmedia-Pondok Gede) Presiden apresiasi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) manfaatkan energi terbarukan di Pondok Pesantren.

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo pada Rabu (10/10) saat menghadiri sekaligus membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) (LDII) Tahun 2018. Rakernas tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Minhajurrosyiddin, Jakarta Timur.

Dalam Rakernas tersebut membahas sejumlah hal termasuk salah satunya soal pemanfaatan energi baru terbarukan, pemanfaatan teknologi digital produktif, dan pendidikan karakter.

Dirinya sempat memuji langkah LDII yang sudah bergerak untuk memanfaatkan energi baru terbarukan di sejumlah pondok pesantren yang dikelola mereka.

Tadi saya dibisiki Bapak Ketua Umum, penggunaan energi baru terbarukan di pondok yang di Kediri sudah memakai solar panel semua. Pondok lain belum memulai, ini sudah duluan, ungkap Presiden.

Selain itu, mereka juga diketahui mulai memanfaatkan energi terbarukan berupa pembangkit listrik mikrohidro yang mampu menghasilkan listrik dan diterapkan dalam pengolahan sebuah pabrik teh di Jawa Timur dan disebut mampu menghemat biaya produksi hingga separuhnya.

Mikrohidro juga sudah diterapkan di beberapa tempat oleh LDII. Saya kira ini dilakukan dalam rangka mengisi agar Indonesia maju ke depan, terangnya.

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga mengingatkan soal perkembangan revolusi industri keempat yang mau tidak mau harus dihadapi Indoensia. Revolusi tersebut pada praktiknya dapat menimbulkan dampak baik positif maupun negatif.

Perkembangan-perkembangan seperti ini yang harus kita hadapi dan kita antisipasi apakah banyak manfaat ataukah banyak mudarat, ini yang belum dihitung. Kalau perusahaan-perusahaan itu kan mikirnya untungnya, tapi bagi warga negara kita memberikan manfaat tidak.

Melalui Rakernas LDII tahun ini, pemerintah berharap mampu memberikan sumbangsih pemikiran kepada pemerintah terkait rekomendasi terhadap langkah-langkah yang harus dilakukan pemerintah dalam menyikapi dan mengimplementasikan revolusi industri.

 

Journalist: Rully

Editor: Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here