Interview Session : Mengenal Atlet Kembar Lena & Leni Lewat WhatsApp

0
187

Asian Games 2018 memang sudah berakhir. Namun, prestasi para atlet peraih medali memang tak terlupakan. Pesta olahraga yang mengukir sejarah Indonesia itu, memang menyisakan banyak kisah menarik, mulai dari pembukaannya yang megah, dan juga kisah hidup para atlet yang mengharumkan nama bangsa, yang diantaranya adalah Lena dan Leni, atlet kembar peraih medali perunggu di Asian Games 2018 dari olahraga sepak takraw.

Hal yang menarik bagi saya dari kehidupan atlet kembar ini, tak lain adalah perjalanan panjang mereka hingga menjadi atlet. Saya membaca kisah hidup Lena dan Leni, dimana mereka pernah ditawarkan untuk menjadi TKW karena keterbatasan biaya orangtuanya, namun mereka menolak demi melanjutkan pendidikan.

Memang , jalan mereka untuk bisa bersekolah tak mudah. Mereka sampai pernah menjadi pemulung dan buruh cuci, demi melanjutkan sekolah. Beruntung, saat mereka SMA, mereka dikenalkan dengan olahraga sepak takraw ini, yang membuat mereka bisa bersekolah gratis, dengan hanya membayar iuran bulanan saja. Melalui sepak takraw jugalah mereka akhirnya menjadi atlet nasional, dan mendapatkan kesempatan bertanding membawa di berbagai kejuaraan, baik yang ada di dalam negeri maupun luar negeri.

Nah, itulah sekilas kisah hidup Lena dan Leni yang membuat saya tertarik untuk mewawancarai mereka. Saya mencari cara untuk bagaimana menghubungi mereka, paling tidak salah satunya. Dan akhirnya, saya berhasil mendapatkan jawaban dari Lena melalui DM di instagram miliknya @twinslena.

Dari DM instagram itulah, kami berkomunikasi, dan ia menawarkan saya untuk bicara lebih lanjut dengannya lewat telepon genggam. Memang, Lena ini juga sangat baik ketika berbicara dengan saya lewat telepon. Baru sekali kami pernah berbicara lewat telepon, tapi sudah kayak akrab.

Awalnya, saya memang berniat mewawancarai mereka dan tatap muka, tetapi saat itu mereka sangat sibuk karena banyaknya undangan yang ada, sedangkan malamnya mereka sudah berniat pulang ke Indramayu. Beruntung, Lena memang baik, ia menawarkan saya untuk melakukan wawancara melalui WhatsApp miliknya. Lena juga mengutarakan, biasanya jawaban yang akan dikatakan dirinya dan kembarannya, Leni biasanya akan sama. Memang mereka kembar yang kompak. Karena itu, tak heran kalau chemistry mereka tak perlu diragukan ketika bertanding.

Saya memang tak bisa berharap banyak untuk mewawancarai mereka, namun sedikit pertanyaan dibawah ini, cukup membuat saya puas bisa mengenal mereka  melalui WhatsApp :

Vibizmedia : Boleh tahu, apa saja suka duka menjadi seorang atlet? Dan apa sih pengorbanan yang sering dirasakan ketika menjadi seorang atlet?

Lena & Leni : Pengorbanan pasti kak, masa remaja kita memang habis di lapangan. Gak seperti yang lain bisa main kesana kemari, sering ninggalin keluarga. Lebaran kadang gak bisa pulang juga sih.

Vibizmedia : Saya pernah mendengar cerita perjuangan Lena dan Leni saat masih SMP ya, dimana dulu pernah bekerja serabutan jadi buruh cuci piring, bahkan pernah jadi pemulung supaya bisa sekolah, boleh tahu cerita singkat perjuangan Lena dan Leni saat itu?

Lena & Leni : Iya dulu kita pernah nyuci piring dan nyuci baju tetangga, ambil sisa-sisa dari pengepul rongsokan juga, buat beli buku dan bayar SPP.

Vibizmedia : Adakah kenangan manis saat ingat perjuangan dulu, dimana pernah bekerja serabutan, dan boleh tahu apa kenangan itu?

Lena & Leni : Senangnya kalau habis dapat uang, tuh senang banget bisa buat beli buku, buat bayar SPP juga. Hasil dari kerja keras sendiri tentu rasa senang pastinya.

Vibizmedia : Biasanya, berapa jam latihan yang diperlukan Lena dan Leni untuk olahraga sepak takraw ini?

Lena dan Leni : 7 jam.

Vibizmedia : Selain jadi atlet, ada cita-cita lainnya kah yang ingin diwujudkan?

Lena dan Leni : Pengen punya usaha sendiri.

Vibizmedia : Nah, kalau misalnya Lena dan Leni dapat tawaran untuk berlibur ke daerah mana saja di Indonesia, pengennya kemana? Dan kenapa pengen kesana?

Lena dan Leni : Bromo, karena belum pernah kesana, dan pemandangannya bagus.

 Itulah wawancara singkat yang berhasil saya lakukan melalui WhatsApp dengan Lena. Jujur, saya senang banget bisa mengetahui langsung tentang mereka, walaupun saat ini hanya melalui WhatsApp.

Oh ya, ada lagi fakta menarik tentang atlet kembar ini, mereka memang sangat kompak dalam banyak hal, namun ada satu hal yang saya temukan berbeda ketika saya tanyakan melalui WhatsApp ke Lena, yaitu warna kesukaan. Lena menyukai warna ungu, sedangkan Leni suka warna biru.

Wawancara melalui WhatsApp dengan Lena untuk mengetahui lebih dalam tentang atlet kembar Lena dan Leni, tentunya membuat saya semakin paham apa arti dari sebuah kerja keras yang akan membuahkan hasil.

Atlet kembar kelahiran Indramayu, 7 Juni 1989 ini, berlatih 7 jam untuk mendapatkan keberhasilan. Waktu yang tak pendek tentunya. Selain itu, kegigihan mereka untuk mau melakukan kerja apapun yang halal tanpa rasa gengsi, demi bisa tetap bersekolah, tentunya itu merupakan hal yang luar biasa.

Memang, kisah Lena dan Leni, membuat kita semakin paham, bahwa tak ada jalan yang terlalu sulit, jika kita mau berusaha dengan tekun dan rajin.

Fanya Jodie/VMN
Images : Dokumentasi Pribadi Lena dan Leni

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here