Market Outlook, 10-14 September 2018

0
69

(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu pasar modal di Indonesia sempat melemah tajam oleh anjloknya rupiah ke level sekitar krismon 20 tahun lalu –searah juga dengan bursa Asia yang terjerembab- dan kemudian rebound sendiri dengan cepat di akhir pekannya. Secara mingguan IHSG ditutup masih melemah ke level 5,851.460. Untuk minggu berikutnya (10-14 September) IHSG kemungkinan masih bisa menguat dengan tempo lebih terbatas serta tetap mengacu kepada bursa kawasan juga. Secara mingguan, IHSG berada antara support level di posisi 5621 dan kemudian 5557, sedangkan resistance level di 6086 dan kemudian 6117.

Mata uang rupiah secara mingguan bergerak melemah ke level Rp14,815 sementara dollar juga beranjak naik lagi di tengah tensi baru perang dagang. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 14,940 dan 15,000, sementara support di level 14,543 dan 14,368.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data PPI m/m dan Crude Oil Inventories pada Rabu malam; disambung dengan rilis Core CPI m/m pada Kamis malam; berikutnya data Core Retail Sales m/m pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data GDP m/m dan Manufacturing Production m/m Inggris pada Senin sore; selanjutnya rilis MPC Official Bank Rate Votes disambung pengumuman Official Bank Rate BOE pada Kamis sore yang diperkirakan bertahan di level 0.75%.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Employment Change Australia pada Kamis pagi.

 

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar rebound di akhir minggunya oleh positifnya rilis data tenaga kerja nonfarm payrolls di tengah kekahawatiran pasar akan ronde baru perang dagang antara AS dan China, dimana indeks dolar AS secara mingguan menguat terbatas ke 95.42. Sementara itu, pekan lalu Euro terhadap dollar terpantau melemah ke 1.1552. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.1394 dan 1.1300, sementara resistance pada 1.1733 dan kemudian 1.1790.

Poundsterling minggu lalu terlihat melemah tipis ke level 1.2916 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3042 dan kemudian 1.3212, sedangkan support pada 1.2892 dan 1.2661. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melemah ke level 111.03.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 111.82 dan 112.14, serta support pada 109.77 serta level 109.36. Sementara itu, Aussie dollar terpantau merosot ke level 0.7105. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7235 dan 0.7381, sementara support level di 0.7069 dan 0.6826.

 

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum melemah oleh pasar yang diwarnai sentimen negatif pada isyu babak baru konflik dagang AS – China. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau melemah ke level 22270. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 23030 dan 23045, sementara support pada level 22050 dan lalu 21850. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 26929. Minggu ini akan berada antara level resistance di 27987 dan 28656, sementara support di 26829 dan 26376.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau melemah oleh banyaknya ketidakpastian pasar termasuk kekhawatiran atas kebijakan moneter yang lebih ketat. Indeks Dow Jones secara mingguan melemah ke level 25915,64, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 26163 dan 26338, sementara support di level 25603 dan 24961. Index S&P 500 minggu lalu melemah tipis ke level 2871,31, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2899 dan 2900, sementara support pada level 2802 dan 2796.

 

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau masih melemah oleh penguatan mata uang dolar terakhir karena bagusnya data sector tenaga kerja, sehingga harga emas spot turun ke level $1195.35 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1213 dan berikut $1234, serta support pada $1183 dan $1159.

 

Dinamika pasar terus bergerak secara aktif, naik turun di pasar investasi. Gejolak perekonomian di Amerika serta konflik dagang yang panas antara AS dengan China yang menguatirkan dunia menyisakan kebingungan pasar untuk bagaimana menyikapinya. Sementara itu, perekonomian kawasan Asia yang sebelum ini tampil menawan, sekarang terhantam bertubi-tubi oleh arus modal keluar, krisis finansial Turki, juga ancaman perang dagang terhadap kinerja ekspor Asia. Kalau Anda tidak punya waktu banyak kesempatan untuk mengikuti dan mengartikan pergerakan pasar demikian, Vibiznews.com dapat membantu Anda sepenuhnya serta memanfaatkannya untuk keputusan investasi yang lebih akurat. Terima kasih telah bersama kami karena mengingat kami ada demi sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here