Market Outlook, 27-31 August 2018

0
131

(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu pasar modal di Indonesia rebound tajam oleh aksi bargain hunting investor yang searah juga dengan penguatan bursa kawasan Asia. Secara mingguan IHSG ditutup menguat tajam ke level 5,968.750. Untuk minggu berikutnya (27-31 Agustus) IHSG masih memiliki peluang kenaikan walau dalam tempo yang lebih terbatas dengan tetap mengacu pemicu dari bursa kawasan juga. Secara mingguan, IHSG berada antara support level di posisi 5685 dan kemudian 5557, sedangkan resistance level di 6034 dan kemudian 6113.

Mata uang rupiah secara mingguan bergerak melemah ke level Rp14,635 walaupun dollar mengalami koreksi di pasar global. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 14,662 dan 14,784, sementara support di level 14,543 dan 14,368.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Prelim GDP q/q dan Crude Oil Inventories pada Rabu malam; disambung dengan rilis Core PCE Price Index m/m pada Kamis malam; berikutnya data Chicago PMI pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data German Prelim CPI m/m pada Kamis sore; selanjutnya rilis Core CPI Flash Estimate y/y Eropa pada Jumat sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Manufacturing PMI China pada Jumat pagi.

 

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar dalam tekanan di antaranya oleh pernyataan chairman the Fed Jerome Powell bahwa kenaikan suku bunga akan lebih stabil (steady), dimana indeks dolar AS secara mingguan tergerus ke 95.16. Sementara itu, pekan lalu Euro terhadap dollar terpantau menanjak ke 1.1620, karena dolar AS yang balik terkoreksi, walau masih dalam tekanan oleh exposure kredit perbankan terhadap Turki. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.1300 dan 1.1118, sementara resistance pada 1.1745 dan kemudian 1.1790.

Poundsterling minggu lalu terlihat menguat ke level 1.2847 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3042 dan kemudian 1.3212, sedangkan support pada 1.2661 dan 1.2588. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat ke level 111.24.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 112.14 dan 113.13, serta support pada 109.77 serta level 109.36. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat tipis ke level 0.7325. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7381 dan 0.7452, sementara support level di 0.7202 dan 0.7159.

 

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum menguat oleh pasar yang sempat diwarnai ekspektasi positif terhadap perundingan dalam perang dagang AS – China, meskipun akhirnya tidak ada terobosan barunya. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau menguat ke level 22555. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 22800 dan 22945, sementara support pada level 21850 dan lalu 21740. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 27624. Minggu ini akan berada antara level resistance di 28656 dan 29094, sementara support di 26829 dan 26376.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau menguat dan mencetak rekor tertinggi baru untuk S&P 500 dan Nasdaq setelah pimpinan the Fed menyebutkan perekonomian Amerika sebagai “kuat”. Indeks Dow Jones secara mingguan menguat ke level 25790,35, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 25800 dan 25900, sementara support di level 24961 dan 24659. Index S&P 500 minggu lalu menguat dalam rekor ke level 2874,69, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2885 dan 2900, sementara support pada level 2797 dan 2770.

READ MORE

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here