Presiden Jokowi: Tugas Ulama, Sebarkan Prasangka Positif Sambut Pesta Demokrasi Indonesia

0
71

(Vibizmedia-Cibinong) Presiden Joko Widodo berpesan kepada kader ulama untuk berperan sebagai pemersatu rakyat Indonesia saat meresmikan pembukaan Pendidikan Kader Ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor Angkatan XII Tahun 2018 di Gedung Tegar Beriman, Cibinong pada Rabu (8/8).

Menurut Presiden, hal ini perlu dilakukan oleh para ulama, mengingat pesta demokrasi di Indonesia mulai dari pilkada hingga pemilu, berpotensi memecah belah masyarakat.

Dirinya titipkan kepada kader ulama agar sebarkan prasangka positif, berpikir dengan penuh kecintaan, dan sebarkan pesan jangan saling hina serta mencela, apalagi pesta demokrasi Indonesia seperti pilkada dan pemilu terus berlangsung, ungkapnya.

Menyebarkan ujaran-ujaran kebencian kepada lawan politik akan sangat berbahaya bagi keutuhkan bangsa, apalagi jika ujaran kebencian dilakukan terus-menerus, seiring pemilihan umum yang terus berlangsung di Indonesia.

Untuk itu, pilihlah bupati, wali kota, gubernur, sampai presiden berdasar prestasi dan rekam jejak, setelah itu berdamai, itulah pesta demokrasi, jangan terus-menerus bermusuhan, tegas Jokowi.

Kader jangan sampai berprasangka buruk, apalagi menyebarkan fitnah-fitnah karena pesta demokrasi pasti ada lima tahun sekali.

Saat ini, Indonesia menjadi rujukan negara Islam lain karena dinilai menganut toleransi yang kuat.

Oleh karena itu, masyarakat dan kader ulama harus dapat menjaga aset tersebut dan jangan sampai hilang lantaran proses pemilihan kepala daerah ataupun pemilihan Presiden.

Journalist: Rully

Editor: Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here