Pentingnya Asian Games 2018 Bagi Indonesia

0
80
Presiden Jokowi bersama Ketua Inasgoc, Menteri PUPR , Menpora dan Mensesneg meninjau venue Asia Games 2018 di Gelora Bung Karno. Foto : Biro Pers Setpres

Tentu semua pembaca tahu tentang Asian Games, bukan? Pesta olahraga paling bergengsi se-Asia, yang bulan depan akan diselenggarakan di Indonesia. Sekitar 56 tahun yang lalu, Indonesia pernah menjadi tuan rumah Asian Games ke-4, setelah 17 tahun merdeka, tepatnya pada tanggal 24 Agustus – 4 September 1962.

Saat itu, tantangan yang dihadapi cukup berat. Ekonomi Indonesia sedang morat-marit, namun Asian Games 1962 dapat berlangsung dengan sukses dan meriah.

Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Asian Games 2018

Kesempatan ini dibidik kembali oleh Indonesia dengan mengajukan diri dan menyatakan kesiapan sebagai tuan rumah Asian Games 2018.

Pada 19 September 2014 lalu, Dewan Olimpiade Asia (Olympic Council of Asia/OCA) telah menyetujui Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games XVIII. Asian Games 2018 sebenarnya sudah memilih Vietnam sebagai negara tuan rumah dan sudah dipastikan akan terselenggara di Hanoi, tetapi akibat krisis finansial, Vietnam undur diri, melepaskan kesempatan sebagai tuan rumah Asian Games 2018 pada negara lain.

Adanya agenda politik pemilihan legislatif dan pemilihan presiden di 2019 di Indonesia, membuat penyelenggaraan Asian Games XVIII dipercepat menjadi tahun 2018.

Dengan diadakannya penyelenggaraan Asian Games XVIII mulai 18 Agustus hingga 2 September 2018 mendatang di dua kota sekaligus yakni di Jakarta dan Palembang, akan terukir sejarah berlangsungnya perhelatan terbesar olahraga se-Asia tersebut.

Dalam event raksasa ini ada sebanyak 12 ribu atlet dari 45 negara yang menjadi peserta dengan 40 cabang olahraga yang dipertandingkan, terdiri dari 32 cabang olahraga olimpiade dan 8 cabang olahraga non olimpiade.

Negara peserta Asian Games 2018 dan cabang olahraga yang dipertandingkan.
Sumber : asiangames2018.id

Yang menjadi pertanyaan, mengapa Indonesia merasa siap menjadi tuan rumah Asian Games 2018? Sementara masih banyak “PR” yang harus dikerjakan oleh Presiden Joko Widodo dan jajarannya, terutama mengenai pembangunan infrastruktur, sarana transportasi dan promosi.

Pembangunan infrastruktur jelasnya memakan biaya yang tidak sedikit.

Melihat ke belakang, Asian Games pertama berjalan karena adanya spirit dari pemimpin bangsa kala itu yaitu Presiden Soekarno. Menurutnya olahraga adalah salah satu alat perjuangan bangsa. Dengan berkiprah di dunia olahraga, Indonesia mampu berbicara pada dunia. Bung Karno waktu itu menyatakan: “Kita tunjukkan pada dunia bahwa Indonesia bangsa yang besar, yang mampu maju ke muka, memimpin pembebasan bangsa-bangsa di dunia menuju dunia barunya.”

Tahap Pembangunan Infrastruktur Asian Games 2018

Sebagai bangsa yang besar, spirit tersebut kembali muncul pada era kepemimpinan Presiden Jokowi. Dengan waktu yang tergolong pendek dalam persiapannya, pemerintah bersama Komite Penyelenggara Asian Games Indonesia (INASGOC), selaku panitia pelaksana, berupaya untuk membenahi sarana dan prasarananya.

Menurut Ketua Dewan Pengarah Asian Games 2018, Jusuf Kalla, penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, untuk pembangunan infrastruktur dan sarana transportasi pendukungnya. Biaya infrastruktur perbaikan fasilitas secara total mencapai Rp 10 triliun, yang terdiri dari biaya perbaikan di Palembang hampir Rp 7 triliun dan Jakarta hampir Rp 3 triliun. Infrastruktur jangka panjang, seperti sarana transportasi di Palembang membutuhkan biaya sebesar Rp 7 triliun dan di Jakarta Rp 10 triliun. Selain itu, ditambah biaya untuk lain-lain, maka total biaya mencapai Rp 30 triliun.

Pembangunan infrastruktur terdiri dari beberapa paket yaitu paket zona 1 dengan nilai kontrak Rp 253,8 miliar untuk pekerjaan lingkar stadion utama GBK, kolam resapan stadion utama GBK, softscape, mekanikal dan elektrikal, tembereng venue, teknologi informasi dan komunikasi (ICT) dan hardware, gedung penunjang, street furniture, jalan lingkar dalam, gerbang tiket, pagar, sistem tata suara kawasan, dan penataan venue.

Sedangkan paket zona 2 dengan nilai kontrak Rp 323 miliar untuk penataan koridor, pedestrian parkir timur, kawasan parkir timur, ducting utilitas, tembereng antar venue (TAV) taman tropis dan taman anggrek, tembereng venue (TV) venue akuatik, istora, soft ball, softscape koridor, jalan lingkar dan tembereng, outdoor lighting, gedung dan bangunan penunjang, jalan lingkar dalam timur, jalan lingkar dalam tenggara, jalan lingkar dalam utara B, jalan antara mega sport dan JCC, pembangunan lapangan gateball dan hoki, gerbang kawasan, sistem elektrikal kawasan dan penerangan gerbang.

Tak hanya fasilitas olahraga yang sudah dibangun dan direnovasi habis-habisan oleh pemerintah sejak dua tahun lalu. Fasilitas tempat tinggal para atlet dan official juga dibangun untuk membuat mereka nyaman.

Di Jakarta sendiri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan menggandeng beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya telah membangun Wisma Atlet yang berlokasi di Kemayoran, Jakarta Utara.

Dengan fasilitas layaknya apartemen, pemerintah siapkan tempat tidur standar berukuran1,9 meter dan 2,2 meter untuk para atlet dan fasilitas pendukung lainnya yang memenuhi standar International Olympic Committee (IOC).

Ruangan kamar ukuran hunian tipe 36, di dalamnya terdapat dua tempat tidur, ruang tamu, dapur dan juga fasilitas air panas di setiap kamar mandi, sofa, televisi, AC serta peralatan rumah tangga lainnya. Dengan kata lain, para atlet dan official hanya tinggal bawa diri ke Indonesia.

Sementara di luar kompleks Wisma Atlet terdapat fasilitas olahraga seperti joging track, pusat kebugaran, dan sarana olahraga lainnya, serta ruangan untuk meeting. Untuk konsumsi, wisma atlet ini juga memiliki fasilitas cafeminimart, warung makan dan tempat bersantai lainnya. Bahkan, di beberapa spot terdapat playground. Wisma atlet tersebut terdiri dari bangunan dengan 18 lantai, 24 lantai, dan 32 lantai.

Pembangunan wisma atlet ini sendiri telah rampung pada Desember 2017 dan saat ini dalam masa pemeliharaan oleh kontraktor. Jumlah menara yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, sebanyak 10 tower yang terbagi atas 7 tower di blok D10 dengan jumlah unit 5.494 unit yang akan menampung 16.482 orang dan 3 tower di blok C2 dengan jumlah 1.932 unit yang menampung 5.796 orang.

Sementara blok D10 akan digunakan untuk para atlet, Blok C10 diperuntukan bagi staf penunjang seperti para jurnalis, perawat, official pendukung lainnya.

Saat ini, seluruh venue dan fasilitas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) telah hampir selesai dan kawasan tersebut akan diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 1 Agustus 2018 mendatang.

Di tempat lain, progress pembangunan dan renovasi seluruh venue serta fasilitas di GBK sudah hampir 100%. Venue dan fasilitas seperti arena Squash, Cofftea, tempat parkir bertingkat (elevated parking) dan tungku api Asian Games (cauldron) sudah selesai, ungkap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono belum lama ini.

‎Seluruh infrastruktur Asian Games ke-18, baik venue maupun non venue di Jakarta dan Palembang, akan selesai seluruhnya, termasuk sarana trotoar yang akan berhenti dan rapih pada 31 Juli 2018.

Demi meningkatkan euforia, tagline “Energy of Asia” terus dipromosikan dengan memasang baliho dan banner di setiap sudut kota hingga poster digital bertemakan Asian Games 2018 dengan maskot Bhin BhinAtung dan Kaka yang terinspirasi dari tiga hewan yang hidup di Indonesia. Ketiganya mencerminkan keberagaman Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika”.

Penghargaan Pemerintah Bagi Atlet Berprestasi

Untuk merangsang prestasi atlet, pemerintah mengucurkan bonus yang besar kepada para peraih medali. Sebelumnya, pemerintah menjanjikan bonus berupa uang dan pengangkatan sebagai pegawai negeri sipil (PNS) bagi para atlet peraih medali emas di ajang multi-event level internasional. Yang menariknya pada Asian Games 2018 ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan bonus Rp 1,5 miliar atau meningkat 250% bagi peraih medali Asian Games 2018 dari sebelumnya pada Asian Games 2014 Rp 450 juta.

Sebagai tambahan, hadiah rumah juga menjadi bonus bagi atlet berprestasi yang meraih medali emas dan perak dalam gelaran Asian Games 2018, ungkap Menpora Imam Nahrawi beberapa waktu lalu.

Transportasi Menjadi Tantangan Terbesar Asian Games 2018

Dewan Olimpiade Asia (OCA) menyatakan syarat waktu tempuh 34 menit yang diberikan bagi para atlet untuk tiba di venue pertandingan. Kondisi kota Jakarta dengan segala kemacetannya membuat sepertinya ini tidak bisa terjadi.

Oleh karena itu Inasgoc selaku panitia pelaksana bersama Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ), serta Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, bekerja keras mengupayakan segala cara agar atlet dapat tiba di venue pertandingan tepat waktu, baik atlet kontingen Asian Games 2018 di Jakarta maupun Palembang.

Bus pengantar atlet menjadi prioritas di jalanan bertujuan memastikan atlet tidak terlambat tiba di venue pertandingan. Sebab, panitia hanya memberi toleransi keterlambatan bagi atlet selama 15 menit sebelum dinyatakan kalah akibat walkover (WO), ungkap Direktur Transportasi Inasgoc Ipung Purnomo.

Selain itu, pihaknya akan membagi pintu keluar di Wisma Atlet Kemayoran menjadi dua. Pintu satu, yang menghadap ke Jalan HBR Motik, akan digunakan untuk bus pengantar atlet ke Gelora Bung Karno (GBK). Sedangkan pintu dua, menghadap ke Jalan Raden Haji Keneng Mudatsir, khusus untuk ke venue selain GBK.

Panitia telah menyiapkan sekitar 500 bus Transjakarta dan bus umum serta sekitar 2.000 kendaraan pribadi untuk mengangkut para atlet dan ofisial ke venue Asian Games. Atlet akan diberangkatkan minimal dua jam sebelum jadwal pertandingan mereka dimulai.

Berdasarkan simulasi yang telah dilakukan, waktu tempuh menuju venue di Cibubur selama 31 menit, Pondok Indah 30 menit, Ancol 12 menit, TMII 20 menit, Bulungan 20 menit, serta Rawamangun 18 menit.

 

Sistem genap ganjil juga akan diberlakukan untuk mengurangi volume kendaraan penyebab kemacetan. Sistem genap ganjil juga bertujuan untuk mengurai kendaraan dan mengarahkannya melewati jalan alternatif lain agar tidak terjadi kepadatan di titik-titik tertentu saja, seperti di daerah Sudirman dan Thamrin.

Wakil Kapolri Komjen Pol Syafruddin memastikan bahwa sistem pelat nomor ganjil-genap akan dilakukan selama Asian Games 2018 berlangsung di Jakarta pada 18 Agustus – 2 September 2018.

Syafruddin menilai, penerapan sistem ganjil-genap sangat membantu kelancaran arus lalu lintas di Jakarta yang selama ini dikenal dengan kemacetannya. Itu bisa memangkas kemacetan 40% di Jakarta, ditambah lagi meliburkan anak-anak sekolah, ungkapnya beberapa waktu lalu (20/7).

Pemerintah Pastikan Keamanan Asian Games

Untuk meyakinkan dunia internasional bahwa Indonesia aman, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengundang langsung sejumlah duta besar negara sahabat untuk menjelaskan situasi keamanan Indonesia pasca bom Surabaya.

Terorisme memang masih menjadi ancaman pada penyelenggaraan Asian Games 2018 yang akan dibuka pada 18 Agustus mendatang, namun Tito meyakinkan bahwa seluruh celah dan potensi ancaman dari gerak-gerik teroris telah diperhitungkan. Sumber daya keamanan negara Indonesia dengan jumlah hampir 1 juta personel dari Polri dan TNI sangat cukup menumpas aksi terorisme.

Adanya jaminan keamanan dari Kapolri dan Panglima TNI membuat kepala negara peserta Asian Games bersedia hadir pada acara pembukaan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Bahkan jumlah kepala negara yang bersedia hadir terus bertambah, padahal sebelumya sempat muncul kekhawatiran dengan terbitnya Travel Advice dari negara peserta.

Sistem pengamanan yang diterapkan pun berbeda dibandingkan sistem pengamanan umum yang biasa dilakukan. Selama penyelenggaraan Asian Games, personil TNI dan Polri sama-sama dikombinasikan di lapangan. Selain itu, disediakan pula personil cadangan, baik dari TNI maupun Polri yang tugasnya adalah melakukan pengamanan juga pelayanan.

Asian Games Berdampak bagi Perekonomian Indonesia

Melalui ajang empat tahunan tersebut diharapkan akan memberikan manfaat yang besar kepada bangsa Indonesia. Salah satu manfaat yang dirasakan oleh masyarakat adalah dampak langsung ekonomi dari berbagai sektor.

Berdasarkan perkiraan hitungan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) total dampak ekonomi langsung penyelenggaraan Asian Games 2018, baik dari sisi pengeluaran pengunjung, investasi infrastruktur pendukung dan operasionalisasi acara sebesar Rp 45,1 triliun terhitung dari sejak persiapan 2015 hingga acara berlangsung pada 2018.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, angka itu didapat baik dari sisi pengeluaran pengunjung, biaya konstruksi, dan biaya operasional, terhitung sejak 2015 hingga 2018.

Bappenas mencatat, total perkiraan biaya konstruksi fasilitas pendukung Asian Games 2018, termasuk di antaranya pembangunan Gelora Bung Karno, Stadion Jakabaring, Wisma Atlet, dan Light Rapid Transit (LRT) mencapai Rp 34 triliun, sedangkan biaya operasional penyelenggaraan Asian Games sebesar Rp 7,2 triliun.

Dampak langsung pengeluaran peserta dan pengunjung Asian Games 2018 diperkirakan mencapai Rp 3,6 triliun, dengan perincian pengeluaran sebesar Rp 2,5 triliun di Jakarta dengan konsentrasi persebaran peserta dan pengunjung sebanyak 70% dan Rp 1,1 triliun di Palembang dengan konsentrasi persebaran peserta dan pengunjung sebanyak 30%.

Diestimasikan, 88% pengeluaran berasal dari penonton dan wisatawan, diikuti 4,67% pengeluaran oleh atlet, 3,96% pengeluaran awak media, 2,34% pengeluaran ofisial, dan 0,77% pengeluaran sukarelawan.

Akomodasi diperkirakan menjadi komponen pengeluaran terbesar yang mencapai Rp 1,3 triliun, sementara komponen terbesar kedua adalah transportasi sebesar Rp 640 miliar, makanan dan minuman sebesar Rp 628 miliar, pengeluaran belanja mencapai Rp 560 miliar, dan pengeluaran hiburan sebanyak Rp 280 miliar, jelas Bambang pada satu kesempatan beberapa waktu lalu.

Bagi pemerintah, penyelenggaraan Asian Games 2018 merupakan peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan. Untuk itu, pemerintah serius dalam mempromosikan Asian Games, yang juga melibatkan kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, daerah, kalangan seniman, pemusik, dan pemain film.

Upacara pembukaan Asian Games ini akan disaksikan oleh empat miliar orang. Ada sekitar 200 negara yang menayangkan Asian Games 2018 dan ini menjadi media value bagi Indonesia mempromosikan kekayaan bangsa Indonesia kepada masyarakat global, ungkap Menteri Pariwisata Arief Yahya sebelum ini.

Manfaat langsung yang diterima Indonesia melalui adanya Asian Games adalah bertambahnya kunjungan wisman setidaknya dari 45 negara. Dalam hal ini, penting bagi produk-produk Indonesia untuk dapat dikemas dengan baik agar dapat meningkatkan penjualan UMKM.

Berkembangnya infrastruktur tak hanya diperuntukkan bagi pertandingan olahraga, sejumlah venue juga bisa dimanfaatkan untuk ajang lain, seperti konser musik dan lainnya. Diharapkan panitia pasca-Asian Games 2018 akan terbentuk agar dapat mengembangkan kesempatan pemanfaatan beragam fasilitas yang telah dibangun untuk Asian Games 2018.

Wisma Atlet Kemayoran pasca Asian Games 2018 misalnya dapat disewakan atau diperjual belikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sehingga dapat mengurangi kekurangan 302.219 unit hunian di DKI Jakarta. Saat ini, masalah utama dalam pembangunan rumah MBR tersebut adalah sulitnya mencari lahan untuk dikembangkan menjadi perumahaan khususnya di kota besar.

Perlu juga upaya peningkatan aktivitas atau event olahraga pasca Asian Games 2018 untuk venue di Palembang. Pemanfaatan venue olahraga untuk aktivitas lain di luar olahraga, misalnya meeting, incentives, conference and exhibition (MICE), telah diupayakan, antara lain dengan membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakabaring Sport City.

Keamanan Indonesia saat ini menjadi salah satu sorotan dunia. Dengan akan terlaksananya Asian Games 2018 tanpa gangguan dan aman pada enam objek pengamanan terhadap para VVIP, Kontingen, Venue, non Venue, transportasi dan cyber security yang dikawal ketat oleh TNI dan Polri sejak dari bandara, kiranya dapat menumbuhkan kembali kepercayaan investor terhadap Indonesia.

Mark Sinambela/VMN/VM/Partner in Management and Technology Services, Vibiz Consulting Group

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here