Tunjukkan Peningkatan APBN di Semester I 2018, Presiden Minta Jajarannya Fokus Selesaikan Program Kerjanya

0
149
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas realisasi dan prognosis pelaksanaan APBN tahun anggaran 2018 di Istana Kepresidenan Bogor. FOTO : BIRO PERS SETPRES
(Vibizmedia-Nasional) Kinerja pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semester I tahun 2018 mendapat apresiasi dari Presiden Jokowi
                                                   
Apresiasi tersebut berdasarkan perbandingan capaian APBN pada periode yang sama tahun 2017. Capaian semester I APBN di tahun 2018 menunjukkan kinerja yang semakin meningkat, defisit yang lebih rendah turun 36,8% yaitu dari Rp175 triliun di semester I tahun 2017 menjadi Rp110 triliun di semester I tahun 2018.
Menurut Presiden, keseimbangan primer yang sangat bagus menjadi positif, yang tiga tahun sebelumnya masih negatif, pembiayaan anggaran yang semakin menurun 2 tahun terakhir, serta silpa yang lebih besar, jelasnya.
Selain itu, Presiden sampaikan bahwa pendapatan negara juga tumbuh 16%, didukung kinerja penerimaan perpajakan yang mampu tumbuh 14,3%, lebih tinggi dari pertumbuhan semester I tahun 2017 sebesar 9,6%.
Belanja negara yang terus meningkat 5,7% dibanding tahun 2017 yang tumbuh hanya 3% dan dalam rangka percepatan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat serta belanja kementerian K/L) dan lembaga) yang tumbuh 12,1% jauh lebih tinggi dari realisasi pertumbuhan di semester I 2017 sebesar 0,4%, ungkapnya.
Agar momentum pencapaian semester I APBN 2018 ini terus dijaga dan ditingkatkan pada semester II, mengingat tantangan yang dihadapi tidak ringan, terutama terkait ketidakpastian perekonomian global. Presiden pun meminta seluruh jajarannya untuk terus  fokus menyelesaikan program kerjanya.
Untuk itu saya minta seluruh kementerian dan lembaga untuk fokus dan segera menyelesaikan program yang telah direncanakan. Pastikan bahwa pelaksanaan program dan proyek strategis segera dieksekusi tepat waktu, tepat sasaran, terdampak segera dirasakan oleh masyarakat, jelasnya.
Untuk itu, transfer ke daerah dan dana desa harus segera dicairkan. Selain itu, pengendapan anggaran pemerintah di perbankan diminta untuk diminimalisir.
Langkah lain, pentingnya pola penyerapan anggaran agar tidak menumpuk di akhir tahun dan tetap menjaga kualitas output serta penghematan belanja perjalanan dinas, rapat, dan paket meeting, serta belanja ATK dan belanja-belanja yang tidak produktif lainnya.
Journalist: Rully
Editor: Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here