Interview Session : Charina Prinandita, Co-Founder Eatlah

0
247

VIBIZMEDIA – Mengapa Eatlah?

Eatlah  (Charina Prinandita):

Inspirasi  makanan dan brand ini dari Singapore. Jadi, kalau orang  Singapore biasanya bicara ada slank nya seperti “lah” dibelakangnya, maka akhirnya kita buat brand Eatlah agar lebih casual dan menunjukkan kalau ini inspirasi kita memang dari Singapore.

VIBIZMEDIA – Sejarah berdirinya Eatlah?

Eatlah  (Charina Prinandita):

Eatlah sendiri mulainya di tahun 2016 bulan Juni.  Kendala pasti ada, eksternal, internal dua-duanya ada. Kalau internal itu contohnya seperti kita memulai dari satu outlet dengan sekarang kita sudah ada 11 cabang itu dengan grow rate seperti itu kita pasti karyawan kita juga dari satu orang itu sudah bertambah menjadi 70 orang karyawan, bagaimana cara menjaga keharmonisan karyawan, bagaimana membuat mereka senang dengan bekerja di Eatlah, bagaimana mereka merasakan Eatlah adalah bagian dari kita juga y, seperti itu juga susah, dan bagaimana cara menjaga standart kualitas di setiap outlet agar tetap standardnya sama dengan outlet pertama yang kita buka. Itu salah satu  kendala juga yang harus kita cari solusinya bagaimana.

Kalau kita sekarang untuk setiap outlet itu ada supervisor masing- masing, job mereka lebih memperhatikan karyawan di outlet masing-masing, karena mungkin kita sendiri tidak cukup untuk mendengar semua suara dari karyawan kita. Jadi kalau ada supervisor seperti ada induk  semangnya, jadi complaint mereka, keluh kesah mereka, keperluan mereka itu semua di dengar oleh supervisor . Supervisor akan langsung memberikan feedback ke kita, dan karyawan juga adalah aset yang sangat penting untuk company kita.

Jadi, kita juga harus menjaga keharmonisannya. Kita sering sekali mengadakan jumpa karyawan antara outlet apakah itu makan bersama, kita yearly juga ada karyawan outing, staff outing, dan kita juga akan segera mengadakan futsal tournament antar outlet, agar karyawan kita tidak merasa bahwa mereka hanya kerja dan kerja terus saja, mereka juga bersenang-senang dengan tim Eatlah ini. Jadi, antara satu outlet dan outlet lain karyawannya saling bersilahturami, jadi mereka merasa Eatlah ini ada rasah kekeluargaan lah bukan hanya yah kamu bekerja untuk Eatlah.

VIBIZMEDIA – Apa yang menginspirasi Eatlah?

Eatlah  (Charina Prinandita):

Jadi, saya (Charina Prinandita) lebih ke marketing dan Mike lebih ke design, kitchen ada lagi satu partner kita Rizky. Tapi kalau sedikit boleh diceritakan inspirasinya memang dari Singapore, makanan Singapore yang salted egg chiken juga, tapi setelah dibawa ke Indonesia kita emang sesuaikan lebih ke lidah Indonesia.

Karena orang Indonesia mungkin lebih suka rasa yang gurih atau apa, jadi resep awalnya itu butuh mungkin 7-8 bulan untuk tes dan pengembangan agar bisa masuk ke rasa lidah Indonesia.

Sebenarnya Visi awal kita untuk membuat Eatlah itu lebih dikarenakan di Indonesia itu belum ada yang seperti comfort fast food. Seperti kalau kaya di luar mungkin ada Mac.D ada KFC, tapi itu bukan punya Indonesia sendiri, kalau Jepang ada Yoshinoya yang bagi orang Indonesia dianggap wajar seperti makanan sehari-hari mereka, kenapa kita orang Indonesia belum punya seperti itu, dan itulah tujuan kita membuat ini semua.

VIBIZMEDIA – Rencana ke depan?

Eatlah  (Charina Prinandita):

Jujur kita ‘kan sekarang ada 11 cabang, di Jakarta 10, di Bandung ada 1. Nah kalau untuk di Jakarta sendiri kita belum ada rencana untuk buka di Jakarta selatan, Jakarta Barat. Expansion plan kita untuk tahun 2018, kita lebih ingin mengcover daerah luar-luar Jabodetabek, kita sebentar lagi buka di Bogor, kita ingin buka di Bekasi, dan kalau bisa secepatnya ke luar kota seperti, Bali, Surabaya, Semarang, kota-kota besar di Indonesia.

Zefanya Jodie Sumbayak, MBA/Editor In Chief Vibizmedia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here