Market Outlook, 16-20 April 2018

0
190

(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia berupaya rebound sejalan dengan pergerakan bursa kawasan Asia yang berfluktuasi oleh isyu perang dagang antara AS dan China serta tensi geopolitik Suriah, sehingga secara mingguan bursa ditutup menguat ke level 6,270.330. Untuk minggu berikutnya (16-20 April) IHSG kemungkinan dalam konsolidasi dimana peluang rebound perlu melihat bursa Asia sebagai acuan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 6380 dan 6500, sedangkan support di level 6137 dan kemudian 6101.

Mata uang rupiah seminggu lalu terlihat belum bisa beranjak dari area lemahnya sekitar Rp13.700’an yang telah berlangsung selama enam minggu terakhir ini, kemungkinan ditahan intervensi BI juga, di mana secara mingguan rupiah menguat tipis ke level Rp13,748. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 13,794 dan 13,800, sementara support di level 13,693 dan 13,640.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Core Retail Sales m/m pada Senin malam; disambung dengan rilis Building Permits pada Selasa malam; berikutnya data Crude Oil Inventories pada Rabu malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data Average Earnings Index 3m/y Inggris pada Selasa sore; selanjutnya rilis CPI y/y Inggris pada Rabu sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data GDP q/y China pada Selasa pagi; dilanjutkan dengan pengumuman BI 7-Day Repo Rate pada Kamis sore yang diperkirakan bertahan di level 4.25%.

Minggu lalu di pasar forex,

READ MORE

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here