“Three Ends” Program Prioritas Pemerintah Anti Trafficking

0
428

Vibizmedia : Perhatian Ibu Yohana sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, saat ini saya sudah membaca di Media, ada terpancar perhatian ibu dari program “Three Ends” yang dilakukan, End Violence Against Women and Children, End Human Trafficking, End Barriers To Economic Justice. Sejauh ini, mana dari ketiga program ini yang ibu rasa paling berhasil?

Yohana Yembise : Jadi Three Ends ini berawal dari kunjungan saya, setelah saya menjadi Menteri, satu tahun kemudian. Saya sudah keliling menjelajahi Indonesia ke beberapa provinsi sampai kabupaten kota, berdialog dengan para perempuan-perempuan yang ada di Indonesia termasuk anak-anak, akhirnya muncul 3 isu yang saya dapati, setelah saya melakukan mapping dan survey terhadap acara dialog saja, itu 3 hal yang tadi.

Pertama, saya temukan masih ada kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga atau dimana saja termasuk anak-anak, akhirnya saya melihat ini suatu hal yang penting, sekalian menjadi isu utama kita, yang berikut saya kemana-mana termasuk kantong trafficking seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, NTT dan NTB, ternyata isu trafficking, sangat tinggi disana. Akhirnya saya masukkan itu menjadi isu kedua dalam program prioritas kita, dan berikut isu ekonomi bagi perempuan karena ­­perempuan-perempuan ini masih menghadapi kesenjangan atau barrier dalam meningkatkan income keluarga, jadi ini berhubungan dengan ekonomi keluarga.

Ekonomi keluarga yang masih rendah mengakibatkan kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan terhadap anak, karena perempuan secara penuh masih tergantung pada suami, dan akhirnya itulah yang terjadi seperti itu dan dampaknya terhadap anak-anak. Jadi akhirnya muncul tiga program prioritas.

Disini sekarang itulah yang kita unggulkan di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kami dan dilakukan program ini ke seluruh Indonesia, semua kepala-kepala dinas di provinsi, kabupaten/kota sudah mengetahui dan banyak yang masukkan “Three Ends” ini, kita sebut “Three Ends”, “Three Ends” itu tiga akhir, ends itu maksudnya ending kalau bahasa Inggrisnya Ending Violence Against Women and Children, Ending Human Trafficking, Ending Barriers Towards Economic Justice. Itu 3 dalam bahasa Inggris. Kita pakai bahasa Indonesia saja, 3 Akhir.

Itu akhirnya semua kepala-kepala dinas itu masukkan dalam APBD mereka, jadi pemerintah daerah juga sudah melakukan ini didaerah-daerah, jadi Kementerian ini sudah melakukan jelajah “Three Ends” ke beberapa tempat yang kami pilih, beberapa provinsi sebagai model saja, bahwa pada saat kita melakukan itu, sampai bisa puluhan ribu orang hadir di tempat itu untuk mendengarkan sosialisasi dari kita. Dan akhirnya “Three Ends” ini bergema dimana-mana, sudah dilakukan, cuma yang kalau saya lihat yang lain, sudah mulai, gaungnya bergema dan outputnya masyarakat sudah semakin sadar, masyarakat sudah mulai melapor banyak.

Jadi kalau kita melihat, ada hubungan mereka yang melapor dengan data yang capai yang kita dapati, kalau sebanyak mungkin orang itu melapor, maka itu menunjukkan masyarakat sudah semakin sadar. Dan sebanyak mungkin masyarakat melapor maka kita punya satu asumsi bahwa angka itu lambat laun akan semakin turun, angka kekerasan itu, karena mereka  sudah sadar, mungkin itu dari yang pertama ya, yang kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan terhadap anak.

Untuk yang ekonomi, bagi yang perempuan sudah saya lihat didaerah-daerah juga, saya melihat mereka sudah membuat program-program untuk mengembangkan ekonomi perempuan dengan usaha-usaha kecil untuk menunjang kementerian kami dalam menunjang tiga akhir.

Yang ketiga, yang paling menjadi masalah adalah trafficking ini. Trafficking ini yang menjadi masalah,  saya anggap itu mafia dan tersistematis, terstruktur, yang memang sulit sekali untuk kita masuk kedalam. Membutuhkan perhatian khusus di Kementerian terkait semua, Kementerian Luar Negeri bisa saja, karena itu isu luar negeri, termasuk Kementerian Sosial, kami sendiri (PPPA), dan Kementerian Hukum dan HAM dan Kementerian lain-lain saya rasa. Banyak sekali saya rasa, dan kita sudah membuat satu MOU bersama antar Kementerian “anti trafficking”, tapi kami tetap meneruskan apa yang sudah kami buat, “Community Work” sampai ke desa-desa, di kantong-kantong trafficking dan masyarakat juga dilibatkan. Dan kami juga banyak melakukan sosialisasi ke daerah-daerah trafficking, untuk memberikan kesadaran kepada para orangtua,sehingga mereka juga harus melindungi anak-anak mereka, termasuk anak-anak perempuan, sehingga anak-anak yang masih muda,  dapat diberi kesempatan untuk bersekolah dan tidak dibiarkan untuk tergiur dan pergi kerja ke luar negeri.

Ikuti episode berikutnya dalam wawancara Khusus dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise dalam topik : “Keluarga Kuat”, “Negara Kuat”

 

Journalist : Rully

Editor : Zefanya Jodie Sumbayak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here