Market Outlook, 9-13 April 2018

0
134

(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia masih lanjut melemah oleh arus modal ke luar investor asing dan sentimen bursa kawasan yang terpukul isyu perang dagang antara AS dan China, sehingga secara mingguan bursa ditutup melemah ke level 6,175.050. Untuk minggu berikutnya (9-13 April) IHSG terlihat masih dalam tekanan sehingga peluang rebound perlu melihat bursa Asia sebagai acuan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 6351 dan 6500, sedangkan support di level 6085 dan kemudian 5979.

Mata uang rupiah seminggu lalu terlihat belum bisa beranjak dari area lemahnya sekitar Rp13.700’an yang telah berlangsung selama lima minggu terakhir ini, kemungkinan ditahan intervensi BI juga, di mana secara mingguan rupiah stabil sekitar level Rp13,768. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 13,800 dan 13,983, sementara support di level 13,693 dan 13,640.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data PPI m/m pada Selasa malam; disambung dengan rilis Core CPI m/m dan Crude Oil Inventories pada Rabu malam; berikutnya rilis data FOMC Meeting Minutes pada Kamis dini hari.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data Manufacturing Production m/m Inggris pada Rabu sore; selanjutnya rilis ECB Monetary Policy Meeting Accounts pada Kamis sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data inflasi CPI y/y China pada Rabu pagi.

Minggu lalu di pasar forex,

MARKET OUTLOOK

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here