Market Outlook, 2-6 April 2018

0
64

(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia masih lanjut melemah oleh arus modal ke luar investor asing dan sentimen bursa kawasan yang sempat beberapa hari melemah, sehingga secara mingguan bursa ditutup melemah ke level 6,188.790. Untuk minggu berikutnya (2-6 April) IHSG terlihat sudah ada indikasi bargain hunting dengan tetap melihat bursa Asia sebagai acuan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 6351 dan 6500, sedangkan support di level 6085 dan kemudian 5979.

Mata uang rupiah seminggu lalu terlihat sedikit menguat walau masih di area lemahnya sekitar Rp13.700’an yang telah berlangsung selama satu bulan Maret terakhir ini, di mana secara mingguan rupiah menguat ke level Rp13,760. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 13,800 dan 13,983, sementara support di level 13,693 dan 13,640.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data ISM Manufacturing PMI pada Senin malam; disambung dengan rilis ADP Non-Farm Employment Change, ISM Non-Manufacturing PMI dan Crude Oil Inventories pada Rabu malam; berikutnya data Unemployment Rate dan Non-Farm Employment Change pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data Manufacturing PMI Inggris pada Selasa sore; selanjutnya rilis Construction PMI Inggris pada Rabu sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Cash Rate RBA Australia pada Selasa siang yang diperkirakan bertahan di level 1.50%.

Minggu lalu di pasar forex,

READ MORE

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here