Market Outlook, 26-30 March 2018

0
288

(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia semakin tertekan lebih dalam oleh arus modal ke luar investor asing dan sentimen negatif bursa kawasan yang umumnya terjungkal, sehingga secara mingguan bursa ditutup melemah tajam ke level 6,210.700, sempat amblas ke 6,085. Untuk minggu berikutnya (26-29 Maret) –Jumat hari libur perayaan Jumat Agung- IHSG kemungkinan agak tertahan oleh indikasi bargain hunting dengan tetap melihat bursa Asia sebagai indikasi. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 6500 dan 6607, sedangkan support di level 6085 dan kemudian 5979.

Mata uang rupiah seminggu lalu terlihat berlanjut melorot sementara dollar AS juga sebenarnya melemah di pasar global, di mana secara mingguan rupiah melemah ke level Rp13,778. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 13,800 dan 13,983, sementara support di level 13,640 dan 13,528.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data CB Consumer Confidence pada Selasa malam; disambung dengan rilis Final GDP q/q dan Crude Oil Inventories pada Rabu malam; berikutnya data Revised UoM Consumer Sentiment pada Kamis malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data Current Account Inggris pada Kamis sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Manufacturing PMI China pada Sabut pagi.

Minggu lalu di pasar forex,

READ MORE

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here