Market Outlook, 19-23 March 2018

0
83

(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia cenderung tertekan kembali oleh arus modal ke luar investor asing, sehingga secara mingguan bursa ditutup melemah ke level 6,304.95. Untuk minggu berikutnya (19-23 Maret) IHSG punya kemungkinan untuk mulai rebound karena secara teknikal sudah oversold namun tetap melihat bursa Asia sebagai indikasi. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 6500 dan 6607, sedangkan support di level 6236 dan kemudian 6220.

Mata uang rupiah seminggu lalu terlihat berlanjut melemah sementara dollar AS juga masih menguat di pasar global, di mana secara mingguan rupiah menguat ke level Rp13,740. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 13,800 dan 13,983, sementara support di level 13,640 dan 13,528.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Crude Oil Inventories pada Rabu malam; disambung dengan pengumuman Federal Funds Rate pada Kamis dini hari yang diperkirakan akan naik 25 bp menjadi <1.75%; berikutnya data Unemployment Claims pada Kamis malam; diakhiri dengan rilis Core Durable Goods Orders m/m pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data CPI y/y Inggris pada Selasa sore; selanjutnya rilis Official Bank Rate dari BOE pada Kamis sore yang diperkirakan bertahan di level rendah 0.50%.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis RBNZ Rate Statement pada Kamis subuh yang diperkirakan bertahan di level 1.75%; serta pengumuman BI Repo Rate 7 Day pada Kamis sore yang diperkirakan bertahan di level 4.25%.

Minggu lalu di pasar forex,…

READ MORE

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here