The Power of The Grateful Brain

0
418

(Business Lounge Journal – Medicine) Kapankah terakhir Anda mengatakan “Hari yang sangat indah..terimakasih!”. Atau kapankah kegembiraan memenuhi hati Anda dan rasa syukur saat memandang anak, istri atau suami? Saat melihat matahari masih bersinar, udara cerah, hujan yang memberi kesejukan, angin semilir yang  menyapa hari Anda? Masih adakah momen-momen syukur dalam hidup ini? Atau hanya bersyukur saat luput dari celaka, mendapatkan kenaikan pangkat, gaji, dan saat-saat tertentu lainnya?

Syukur dan Mental

Bukti terakhir menunjukkan bahwa orang yang menghitung dengan syukur berkah mereka setiap hari ternyata menunjukkan tingkat kebahagiaan yang meningkat dan tidak mudah depresi. Penelitian tentang rasa syukur telah dilakukan dalam tahun-tahun terakhir, menggunakan sampel orang-orang yang tentunya otaknya berfungsi dengan baik dan tidak ada masalah dengan mental. Namun tahun 2017, Joel Wong, Ph.D., Associate Professor Psikologi Konseling di Universitas Indiana, Amerika melakukan penelitian dengan sampel 300 orang mahasiswa yang dilanda rasa cemas dan depresi untuk melihat hubungan ungkapan syukur dengan kesehatan mental dan hubungan antara  pikiran dan perasaan negatif dengan kesehatan mental.

READ MORE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here