KPK Kembalikan 2 Ekor Kuda Pemberian Warga Sumba Ke Istana Bogor

0
136

(Vibizmedia-Bogor) Dikarenakan KPK belum memiliki fasilitas untuk mengelola binatang yang masuk dalam kategori gratifikasi, maka dua ekor kuda yang diterima Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja ke NTT dititipkan di Istana Bogor, Senin (12/3).

Berdasarkan Surat Keputusan KPK bulan Oktober 2017, Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono bersama dengan Kementerian Keuangan yang diwakili Direktorat Jenderal (Ditjen) Kekayaan Negara menyerahkan dua kuda Sandelwood ke Istana Bogor.

Pada hari ini secara resmi saya bersama Kementerian Keuangan yang diwakili oleh Ditjen Kekayaan Negara menyerahkan kuda ini ke negara melalui Istana Bogor agar bisa digunakan untuk pembelajaran di sini bahwa gratifikasi dilaporkan tak hanya barang mati, tapi juga hidup, jelas Giri.

Dua kuda tersebut memiliki nilai sebesar Rp 70 juta. Dalam kesempatan tersebut, Giri mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang melaporkan sejumlah barang yang diterimanya. Katanya, sepanjang 2017 lalu, jumlah barang gratifikasi yang dilaporkan Presiden memiliki nilai Rp 58 miliar.

Selain itu, pihak KPK juga sedang mempertimbangkan apakah barang-barang gratifikasi yang dilaporkan Jokowi dapat dipajang di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti untuk digunakan sebagai sarana edukasi, jelas Giri.

Terkait hal tersebut, KPK menyerahkan ke Kemenkeu yang diwakili Dirjen Kekayaan Negara untuk memutuskan apa barang-barang tersebut ditaruh di museum atau di tempat lain atau dilelang atau hal-hal lain diputuskan demi kepentingan dan kemaslahatan, terangnya.

Selain itu, KPK juga menyerahkan sejumlah barang yang ditaruh dalam enam kotak. Benda tersebut nantinya akan ditaruh di Museum Kepresidenan Balai Kirti, kompleks Istana Bogor.

Ada 6 box yang lumayan besar, yang bernilai Rp 58 miliar dan permintaan pemberi tidak dipublikasikan. Ini penting bagi kita semua bahwa hadiah terkait jabatan dilarang oleh KPK. Walaupun tidak diminta, walaupun tidak mempengaruhi. Karena kalau itu mempengaruhi keputusan pidananya suap, jelas Giri.

 

Journalist: Rully
Editor: Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here