Pro Work-life Balance

0
347

(Business Lounge Journal – Human Resources) – Memutuskan tidak masuk pada hari Senin dan Jumat sering kali menjadi pilihan yang menarik bagi para karyawan setelah menjalani kesibukan pada weekend. Benarkan? Ya, sepertinya ini sudah sering menjadi rahasia umum. Bahkan hal ini terefleksi juga dalam sebuah survei yang diadakan sebuah konsultan HR Amerika yang ditujukan pada 1000 karyawan di Amerika yang berusia 18 tahun ke atas, termasuk 300 orang lebih di antaranya adalah HR Manager. Sebagai hasil, 72% dari HR manager berpikir bahwa hari Senin setelah pertandingan tahunan Super Bowl yang jatuh pada akhir minggu, seharusnya menjadi hari libur. Kejuaraan sepak bola Amerika ini memang sangat digandrungi oleh banyak orang di Negara Paman Sam dan seandainya keputusan ini diambil, nampaknya akan menuai banyak dukungan oleh karena 27% responden (40% berusia 18 – 34 tahun, 36% pria) mengaku sakit atau alasan sejenisnya untuk mendapatkan restu tidak hadir pada satu hari setelah kejuaraan olahraga besar seperti Super Bowl, NBA Finals, atau World Series. Sedangkan hampir sepertiga responden (32%) berterus terang akan datang terlambat (44% berusia 18 – 34 tahun, 42% pria).

Hal ini nampaknya merupakan suatu hal yang lumrah terjadi di bagian dunia mana pun dan seolah-olah sudah menjadi rahasia umum. Namun tahukah Anda, bahwa me-legal-kan hal ini secara tersirat dapat menjadi sebuah pilihan yang menunjukkan dukungan perusahaan pada karyawannya. Bukankah work-life balancetelah menjadi sesuatu yang digaung-gaungkan pihak management untuk mendukung pekerjanya?

READ MORE 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here