Kematian Seorang Guru yang Terjangkit Flu Buat Obat Antivirus Jadi Sorotan

0
124
Ana Martinez, seorang asisten medis di Sea Mar Community Health Center, memberi suntikan anti flu kepada seorang pasien, Kamis, 11 Januari 2015 di Seatlle (foto: AP Photo/Ted S. Warren).

Seorang guru SD asal Texas yang meregang nyawa hampir seminggu setelah terjangkit flu menjadi pokok pembicaraan di ranah online setelah suaminya mengatakan ia tidak langsung menebus obat antivirus karena menganggap kewajiban membayar kontribusi asuransi sebesar $116 terlalu mahal.

Sementara suaminya mengatakan pada the Wall Street Journal bahwa ia menebus resep hari saat ia menolak untuk menebus obat dan kemudian ia mulai minum obat tersebut. Heather Holland, 38, meninggal tiga hari kemudian pada tanggal 4 Februari.

Para dokter mengatakan pada The Associated Press meskipun sebenernya minum obat antivirus sesegera mungkin, tidak ada jaminan kondisi seseorang tidak akan makin memburuk.

Obat antivirus tidak “menghilangkan sama sekali, namun hanya mengurangi kemungkinan” timbulnya komplikasi, ujar Dr. William Schaffner, seorang spesialis penyakit infeksi di Vanderbilt University Medical Center di Nashville, Tennessee yang menambahkan, “obat antivirus bukan pil ajaib.”

Frank Holland asal Willow Park, sebelah barat Fort Worth, mengatakan pada surat kabar bahwa istrinya, seorang guru kelas dua, pulang dalam kondisi sedikit tidak enak badan pada tanggal 29 Januari. Ibu dua anak ini pergi bekerja di Weatherford yang tidak jauh pada tanggal 30 Januari dan petangnya mengalami demam.

Ia pergi ke dokter tanggal 31 Januari. Frank Holland mengatakan sebuah test cepat flu menunjukkan gejala influenza B. Dokter menulis resep oseltamivir phosphate, sebuah obat generik antivirus untuk Tamiflu.

Frank Holland mengatakan pada Wall Street Journal mereka memiliki dana pengobatan, namun ia keberatan untuk mengeluarkan uang untuk menebus resep.

She went to a Fort Worth hospital on Feb. 2. The following day, blood tests showed she had sepsis, a complication of infections, he said.

Obat antivirus – ketika diminum dalam jangka waktu 48 jam setelah jatuh sakit – dapat mengurangi gejala, mempersingkat waktu sakit seseorang sekitar satu hari dan menekan komplikasi.

“Ada orang yang tidak menghadapi masalah, apakah mendapatkan pengobatan Tamiflu atau tidak. Ada orang yang mengalami masalah, apakah mendapatkan pengobatan Tamiflu atau tidak. Dan ada orang yang berada di segmen pertengahan populasi dimana Tamiflu akan membawa mereka ke arah yang lebih baik,” ujar Dr. Luis Ostrosky, pakar penyakit infeksi pada McGovern Medical School di UT Health and Memorial Hermann-Texas Medical Center di Houston.

Dr. Trish Perl, kepala bagian penyakit infeksi pada UT Southwestern Medical Center di Dallas, mengatakan “dalam kasus-kasus tertentu bisa jadi bermanfaat” untuk memberi obat antivirus kepada pasien bahkan setelah terjangkit penyakit lebih dari 48-jam.

Balai Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengatakan suntikan anti flu adalah cara yang terbaik untuk mencegah flu musiman. Frank Holland mengatakan ia tidak ingat apakah istrinya telah mendapatkan suntikan antiflu musim ini. Pada umumnya, ia mengatakan mereka berdua “cukup sehat.” [ww]

Sumber : voaindonesia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here