Pemerintah Inginkan Semua Masyarakat Indonesia Akses Perbankan

0
48

(Vibizmedia-Jakarta) Bahas inklusi keuangan, Presiden Joko Widodo menerima kunjungan utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Secretary General’s Special Advocate/UNSGA) di Istana Merdeka, Selasa (13/2).

Ratu Maxima datang didampingi Direktur UNSGA Eric Duflos, Spesialis Program UNSGA Nancy Widjaja dan Duta Besar Belanda untuk Indonesia Rob Swartbol. Keduanya berbicara sambil minum teh bersama di beranda Istana Merdeka (veranda talk).

Sebelum bertemu Presiden, Ratu Maxima terlebih dahulu mengunjungi Lampung bertemu petani dan peternak di  Desa Neglasari, Kecamatan Katibung Lampung Selatan. Untuk bicarakan peningkatan hasil panen dengan cara memperbaiki traktat melalui layanan keuangan dan produk – rantai nilai keuangan.

Kunjungan Ratu Belanda ini ke Indonesia bukan yang pertama kali. Sebelumnya, pada 1 September 2016 Ratu Maxima juga datang ke Indonesia, keduanya membahas mengenai inklusi keuangan agar seluruh lapisan masyarakat mudah mendapatkan akses keuangan.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo menyatakan perlunya penyederhanaan sistem dan penyederhanaan izin-izin yang ruwet agar kita bisa mempercepat inklusi keuangan.

Kalau dua hal itu belum bisa kita selesaikan, ya majunya akan tidak bisa secara sepesat yang kita inginkan, terang Presiden.

Presiden kembali menegaskan, pemerintah Indonesia ingin semua masyarakat bisa mengakses ke perbankan, bisa mengakses ke sektor keuangan yang ada secara sederhana dan cepat sehingga masyarakat dapat masuk ke banking system, bisa masuk ke sistem keuangan kita sehingga akses untuk permodalan, akses untuk mendapatkan keuangan dari sana bisa didapatkan.

Sebagai tambahan, terutama yang mikro. Ditargetkan tahun 2019 mendatang, target tingkat inclusiveness Indonesia sama dengan negara-negara maju

Sementara ini, pemerintah sudah mengembangkan beberapa program, seperti program Program Keluarga Harapan (PKH) dan memakai rekening yang menyasar  6 juta keluarga.

Ditambah lagi, bantuan Non Tunai yang baru dikerjakan 1,2 juta, di samping juga ada yang namanya program KUR.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan bahwa semua sekarang pakai rekening, tidak lagi seperti dulu. Kemudian ada program bahkan BPJS pakai rekening. Sehingga kalau dikumpulkan kita mungkin selama 1,5 tahun terakhir ini sudah mendorong terciptanya beberapa puluh juta rekening, terang Darmin.

 

Journalist: Rully
Editor: Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here