Indonesia Berpeluang Lakukan Ekspor Produk Ternak Ayam Ke Timor Leste

0
91

(Vibizmedia-Nasional)  Tim Auditor Timor Leste telah selesai melakukan Import Risk Analysis (IRA) pada unit usaha peternakan Indonesia yang menghasilkan produk unggas dan pakan yang siap ekspor ke Timor Leste. Produk unggas yang yang rencananya akan diekspor, yaitu: anak ayam umur sehari (Day Old Chick / DOC) dan produk olahan berupa daging karkas atau produk olahan lainnya, serta pakan ternak.

Pemerintah Indonesia melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian telah memfasilitasi unit usaha yang telah memenuhi yang dipersyaratkan oleh pihak Republic Demokrate of Timor Leste (RDTL) untuk diaudit.  Sebagai tahap awal, Timor Leste akan fokus pada unit usaha PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) dan untuk pelaksanaan audit dilakukan secara Government to Government (G to G).

Tim Auditor Republic Demokrate Timor Leste diketuai oleh Direktur Jenderal Peternakan, Domingos Gusmao dan beranggotakan Direktur Kesehatan Hewan, Direktur Pakan, Konsul serta perwakilan KBRI di Timor Leste telah melaksanakan serangkaian kegiatan Import Risk Analysis (IRA) sejak 22  sampai 27 Januari 2018.

Kegiatan IRA diawali dengan entry meeting dan kunjungan ke Feedmill PT. Charoen Phokpand di Surabaya, dilanjutkan ke Processing Plant di Cikande Serang dan farm ayam broiler di Lebak Banten, kemudian ke Hatchery CPI di Kabupaten Jembrana Bali.

Tim Auditor juga mengunjungi BBVet Denpasar untuk membahas rencana kerjasama Joint Border Surveilans. Selanjutnya kunjungan dilakukan ke Farm Parent Stock dan Hatchery PT. CPI yang ada di Kupang.

Misi kunjungan Tim Auditor untuk meninjau status kesehatan hewan dan keamanan pangan produk unggas dan olahannya, serta pakan pun berjalan dengan tertib, lancar dan sukses.

Pada kesempatan tersebut, Fadjar Sumping Tjatur Rasa selaku Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH mengatakan,  pihak Indonesia telah memberikan semua Informasi secara transparan yang dibutuhkan delegasi Timor Leste tentang  potensi industri perunggasan Indonesia, perkembangan situasi dan kebijakan pengendalian penyakit Avian Influenza  (AI) di Indonesia, serta implementasi Kompartemen Bebas AI di Indonesia.

Indonesia saat ini telah mencapai swasembada daging ayam, telur dan DOC, sehingga siap untuk memenuhi kebutuhan pasar di negara tetangga, seperti Timor Leste. “Dalam memenuhi kebutuhan Timor Leste, Indonesia mampu bersaing dengan negara lainnya”, ucapnya di Timor Leste,  Minggu (28/1).

Menurutnya dalam aspek teknis, dapat digambarkan secara umum, semua plant yang dikunjungi telah membuktikan menerapkan teknologi modern skala internasional, menerapkan praktek Biosekuriti, Food Safety, dan Feed Safety yang sangat ketat guna menjamin produk yang dihasilkan oleh setiap plant tersebut adalah sehat, aman, dan halal bagi konsumen.

Dari hasil audit/Import Risk Analysis di Indonesia selama sepekan ini, Tim Audit akan segera menyampaikan dan membahasnya ke Kementerian Pertanian Timor Leste. itu, Selanjutnya, Pihak RD Timor Leste akan segera memproses perubahan regulasi, diantaranya melalui Dewan Menteri RDTL karena regulasi yang sebelumnya melibatkan 3 Menteri, yaitu: Menteri Pertanian, Menteri Kesehatan dan Menteri Pertahanan. Dirjen Peternakan RDTL berjanji akan memberikan kepastian dalam waktu seminggu kedepan.

Nanie/Journalist/VM
Editor : Emy T
Source: Setkab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here