Indeks S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

0
67

(Vibizmedia – Index) Indeks S & P 500 dan komposit Nasdaq berakhir naik pada akhir perdagangan Selasa dinihari (09/01) di level tertinggi sepanjang masa karena investor tetap optimis terhadap ekonomi A.S.

Indeks Nasdaq naik 0,3 persen menjadi ditutup pada 7.157,39 dengan saham Facebook, Amazon, Alphabet induk Google dan Netflix berakhir lebih tinggi. Indeks teknik kapital besar ini juga mencapai rekor intraday 7,161.35.

Indeks S & P 500 naik 0,17 persen menjadi 2.747,71, dengan sektor utilitas naik 0,9 persen untuk memimpin sembilan dari 11 sektor lebih tinggi. Ini juga mencatat intraday sebesar 2,748,51.

Sedangkan indeks Dow Jones, ditutup 12,87 poin lebih rendah pada 25,283, menghentikan kenaikan empat hari beruntun. Namun Indeks 30-saham ini, mencapai rekor intraday 25.311,99.

Meskipun rekor tertinggi bertepatan pada hari Senin, indeks utama rata-rata diperdagangkan dalam kisaran yang ketat. Dow dan S & P 500 terombang-ambing dalam kisaran 0,3 persen dan 0,4 persen, masing-masing pada hari Senin. Sementara itu, Nasdaq, diperdagangkan dalam kisaran 0,5 persen.

Ekuitas menetapkan harga tertinggi sepanjang masa minggu lalu, karena Dow dan Nasdaq memiliki waktu empat hari terbaik mereka mulai satu tahun sejak 2006. Indeks utama juga mencapai tonggak utama pekan lalu. Dow, S & P 500 dan Nasdaq masing-masing ditutup di atas 25.000, 2.700 dan 7.000, untuk pertama kalinya pekan lalu.

Wall Street juga melihat ke depan untuk memulai kalender pendapatan kuartal keempat musim ini akhir pekan ini. J.P. Morgan Chase, BlackRock, dan Wells Fargo termasuk di antara perusahaan yang dijadwalkan untuk melapor.

Presiden AS Donald Trump menandatangani sebuah RUU bulan lalu yang memangkas tarif pajak perusahaan A.S. menjadi 21 persen dari 35 persen. Saham mendorong lebih tinggi sepanjang 2017 karena investor bertaruh pada tarif pajak yang lebih rendah untuk perusahaan.

Di tempat lain di berita perusahaan, saham Snap turun 3 persen setelah Jefferies menurunkannya dari pembelian. Jefferies mengatakan bahwa “eksekusi mendasar perlu ditunjukkan sebelum kita bisa lebih positif atas saham tersebut.”

Sementara itu, raksasa permen Hershey mengajukan tawaran terakhir untuk mengakuisisi bisnis kembang gula A.S. di Nestle, kata sumber kepada CNBC. Saham Hershey naik 1 persen.

Malam nanti akan dirilis data JOLTs Job Openings Noveber AS yang diindikasikan meningkat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Wall Street akan menguat jika data ekonomi AS terealisir meningkat.

Asido Situmorang/VMN/VBN/Editor & Senior Analyst Vibiz Research Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here