Market Outlook, 8-12 January 2018

0
21

 minggu lalu di regional Asia secara umum bergerak mantap bahkan meraih rekor tinggi memasuki awal tahun 2018 ini.  Indeks Nikkei akhir pekan naik ke level tertinggi 26 tahun menguat ke level 23714. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 24200 dan 24700, sementara support pada level 23200 dan lalu 22700. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat tertinggi 10 tahun ke level 30814. Minggu ini akan berada antara level resistance di 31000 dan 31200, sementara support di 30600 dan 30400.

Bursa saham Wall Street minggu lalu berakhir positif mencapai posisi rekor tertinggi. Dow Jones Industrial secara mingguan naik ke level 25295, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 25500 dan 25700, sementara support di level 25100 dan 24900. Index S&P 500 minggu lalu melemah terbatas ke level 2743, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2800 dan 2860, sementara support pada level 2700 dan 2660.

Pasar Emas

Untuk pasar emas akhir pekan berakhir lemah dengan menguatnya dolar AS mengabaikan data non farm payroll yang lemah, namun secara mingguan menguat 1 persen oleh pelemahan dollar AS sebelumnya, menguat ke level $1317.84 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1328 dan berikut $1338, serta support pada $1308 dan $1300.

Memasuki awal tahun 2018 ini penting untuk memperhatikan rilis data ekonomi minggu ini, yang dapat mempengharuhi pergerakan pasar baik di Amerika Serikat, Eropa dan Asia. Memperhatikan faktor penggerak jangka pendek  seperti data ekonomi sangat penting, disamping beberapa faktor penggerak dominan seperti pergerakan ekonomi AS seperti suku bunga AS dan reformasi pajak AS, juga kondisi politik AS. Ekonomi terbesar kawasan Asia seperti Tiongkok juga menjadi perhatian dunia, yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar. Perkembangan ekonomi dan politik  di Eropa seperti Brexit di Inggris dan politik di Jerman juga menjadi perhatian. Tak lupa kawasan Asia, khususnya di Timur Tengah yang bergejolak dapat mempengaruhi pergerakan komoditas. Memasuki awal tahun baru 2018 ini mari maju dan optimis bersama Vibiznews! Salam Sukses!

Asido Situmorang/VMN/VBN/Editor & Senior Analyst Vibiz Research Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here