Kurangi Angka Kemiskinan, Pemerintah Terapkan Program Cash For Work Tahun Ini

0
73
Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin Sidang Kabinet Paripurna pertama tahun 2018 di Istana Negara. FOTO: VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia- Nasional) Rabu (3/1), Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin Sidang Kabinet Paripurna pertama tahun 2018 di Istana Negara, Jakarta.

Dalam sidang kabinet paripurna tersebut, Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk tetap fokus bekerja, sekalipun tahun 2018 ini merupakan tahun politik. Fokus yang dimaksud adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengatasi ketimpangan, dan menurunkan angka kemiskinan.

Presiden sampaikan bagaimana kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia yang semakin meningkat, melihat apa yang sudah dikerjakan, baik reformasi perizinan, deregulasi, maupun perbaikan dalam kemudahan berusaha.

Terakhir kita tahu semuanya, Fitch Rating’s mengumumkan peningkatan peringkat dari yang sebelumnya BBB- menjadi BBB dengan outlook stabil, terang Presiden Jokowi.

Saat ini, pemerintah terus berupaya untuk terus meningkatkan ketahanan ekonominya terhadap guncangan, baik berupa guncangan eksternal dan secara konsisten kita terus bisa menjaga stabilitas itu.

Apa yang sudah kita kerjakan pada tahun lalu harus kita perbaiki terus di 2018 ini, terang Presiden Jokowi.

Selain itu, pemerintah juga berupaya melakukan penanggulangan kemiskinan dan ketimpangan sosial. Presiden sampaikan bahwa berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS),  pada September 2017 jumlah penduduk miskin di Indonesia sebesar 26,58 juta orang atau 10,12%, turun 0,52% jika dibandingkan pada bulan Maret 2017, yaitu sebesar 27,77 juta orang.

Berdasarkan jumlah tersebut, angka kemiskinan di Indonesia berkurang dibandingkan dengan September 2015 yang mencapai 11,13% dan 10,70% pada  September 2016, jelasnya.

Ditambah lagi, untuk menurunkan indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan, baik di perdesaan maupun di perkotaan, masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu dilakukan oleh pemerintah.

Dalam kesempatan itu, Presiden mengingatkan agar angka inflasi, stabilitas harga-harga bahan pokok terus dikendalikan. Kemudian program Rastra (beras sejahtera), lanjut Presiden, program bantuan pangan non tunai yang rencananya akan didistribusikan di awal tahun segera disalurkan secara tepat waktu dan tepat sasaran.

Untuk itu, pentingnya penerapan program Cash for Work baik melalui skema Dana Desa ataupun melalui program padat karya di Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Presiden meminta harus segera dikerjakan.

Disamping itu, Presiden mendapat laporan dari Menteri Keuangan bahwa anggaran desa sebesar 20% sudah bisa dicairkan pada bulan Januari ini. Dan seharusnya dana ini sudah bisa langsung dieksekusi untuk mendukung program cash for work, jelasnya.

 

Journalist: Rully

Editor: Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here