Presiden Jokowi Himbau Jajarannya, Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi 2018 Melalui Peningkatan Iklim Kemudahan Berusaha dan Investasi

0
25
Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (6/12). FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia-Bogor) Dalam menghadapi tahun 2018 mendatang, Presiden Joko Widodo mengingatkan jajarannya untuk lebih fokus bekerja dan mengejar target pada Sidang Kabinet Paripurna di Ruang Garuda Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (6/12).

Presiden Jokowi sampaikan bahwa tahun depan itu penuh dengan agenda strategis, karena Indonesia akan menjadi tuan rumah perhelatan besar tingkat dunia yaitu Asian Games 2018 dan IMF World Bank Annual Meeting, yang menyangkut puluhan ribu tamu.

Dirinya pun mengingatkan jangan sampai karena tahun politik konsentrasi dalam bekerja para menteri/pimpinan lembaga menjadi terganggu. Saya minta pada para menteri, kepala lembaga agar betul-betul memastikan bahwa program yang telah kita rencanakan itu betul-betul dicek di lapangan, dikendalikan, dikontrol sehingga bisa berjalan baik di lapangan, tegasnya.

Selain itu, Presiden juga sampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang akan dicapai pada 2018 adalah sebesar 5,4%. Dirinya optimistis hal ini akan tercapai dan berpesan agar jajarannya mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dengan terus meningkatkan iklim kemudahan berusaha dan berinvestasi.

Untuk itu, pada bulan Januari atau Februari mendatang, kita akan memiliki single submission. Ini saya kira harus menjadi target untuk betul-betul ada sebuah satuan tugas/task force yang mengawal setiap investasi yang masuk ke negara kita, terang Presiden.

Ditambah lagi, pentingnya tetap menjaga stabilitas ekonomi, baik stabilitas harga, stabilitas keuangan, maupun neraca pembayaran. Juga pengendalian inflasi, perubahan iklim dan cuaca yang ekstrim serta hati-hati dengan bencana yang ada di beberapa daerah karena ini juga akan berpengaruh pada stabilitas harga, jelasnya.

Pada tahun 2018 mendatang, pemerintah juga akan memulai program padat cash for work yang ada di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan yang lain-lainnya.

Melalui single submission pada awal Januari mendatang diharapkan akan ada peningkatan daya beli masyarakat utamanya yang ada di desa, terang Presiden.

 

Journalist: Rully

Editor: Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here