Presiden Jokowi Dorong Penggunaan Dana Desa 2018 Melalui Swakelola Padat Karya, Dengan Skema Cash For Work

0
27
Presiden Jokowi menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2018, di Ruang Garuda Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (6/12). FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia-Bogor) Dalam penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2018, di Ruang Garuda Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (6/12). Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya jajaran pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk memperkuat sinkronisasi, harmonisasi, keterpaduan, serta sinergi antara kegiatan yang didanai APBN, APBD, dana transfer ke daerah, dan Dana Desa.

Presiden Jokowi sampaikan bahwa semua harus sambung dan terintegrasi. Kalau tidak, bangun bendungan bangun waduk, waduknya ada irigasinya enggak ada. Ini enggak satu dua. Jangan kita ulang sekali lagi yang seperti ini, tegas Presiden Jokowi.

Presiden juga menegaskan pentingnya melakukan perencanaan anggaran yang fokus, peningkatkan belanja publik dan penuhi belanja mandatori yang berkaitan dengan belanja pendidikan, kesehatan, dan lain-lain.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden meminta agar Peraturan Daerah (Perda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus disahkan tepat waktu, melakukan efisiensi belanja operasional, belanja modal, belanja dpegawai, perjalanan dinas, dan rapat-rapat.

Selain itu, menurutnya hampir 90% Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian/Lembaga (K/L) model seperti ini. Untuk antisipasinya agar Dana Desa melalui kegiatan swakelola yang bersifat padat karya dilakukan dengan skema cash for work.

 

Journalist: Rully

Editor: Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here