Di ABAC Dialogue, Presiden Jokowi Sampaikan Pentingnya Pembangunan Ekonomi Terbuka dan Inklusif

0
47
Presiden Joko Widodo mengikuti pertemuan APEC Business Advisory Council Dialogue dan pertemuan APEC-ASEAN Leaders di kawasan Furama Resort, Da Nang, Vietnam, Jumat 10 November 2017. FOTO : BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia – Nasional) Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Vietnam, Jumat (10/11), kali ini dalam rangka mengikuti pertemuan APEC Business Advisory Council (ABAC) Dialogue dan pertemuan APEC-ASEAN Leaders di kawasan Furama Resort, Da Nang, Viet Nam.

Presiden Joko Widodo mengikuti pertemuan APEC Business Advisory Council Dialogue di kawasan Furama Resort, Da Nang, Vietnam. FOTO : BIRO PERS SETPRES

Dalam dialogue tersebut, Presiden Jokowi sampaikan pentingnya pembangunan ekonomi yang terbuka dan inklusif guna mengatasi masalah ketimpangan yang terjadi di sejumlah negara di dunia. Apalagi Indonesia dinilai telah berhasil menerapkan sistem pembangunan inklusif melalui sejumlah program perlindungan sosial di Tanah Air.

Kita dinilai berhasil menyeimbangkan dan mengkombinasikan antara pertumbuhan dan equity. Misalnya melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dinilai mengkombinasikan pertumbuhan dan distribusi, serta mengurangi ketimpangan, terang Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir usai mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan APEC-ASEAN.

Disamping itu, dalam pertemuan APEC-ASEAN yang pertama kali digelar berkat inisiatif Viet Nam tersebut, Presiden Jokowi juga menyatakan pentingnya membangun sinergitas yang solid antar negara anggota APEC maupun ASEAN.

Indonesia sebagai pendiri kedua organisasi itu pun memiliki peran penting dalam mewujudkan sinergitas tersebut. Di satu sisi kita ikut berperan dalam membentuk ASEAN dan APEC, namun pada saat yang sama perkembangannya harus juga memberikan kontribusi kepada kita secara nasional, terang A.M. Fachir.

Menurut Presiden Jokowi, sinergitas tersebut bisa diwujudkan dalam sejumlah kerja sama di berbagai bidang, mulai dari e-commerce, pengembangan sumber daya manusia, hingga Regional Cooperation in Asia Pasific (RCAP) dengan Free Trade Area of Asia Pacific (FTAAP).

ABAC dan ASEAN juga dapat membantu APEC membentuk pasar domestik intra kawasan sehingga tidak bergantung pada kawasan lain. Menanggapi hal tersebut, sejumlah pemimpin negara pun memberikan apresiasi dan pandangan positif terhadap pesan yang disampaikan Presiden Jokowi dalam forum tersebut, diantaranya Australia dalam hal perdagangan karena ARCEP potensial maka akan segera digulirkan, jelas A.M. Fachir.

ABAC Dialogue di kawasan Furama Resort, Da Nang, Vietnam. FOTO : BIRO PERS SETPRES


Journalist : Rully

Editor : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here