BI: Penjualan Eceran Masih Tetap Tumbuh Walau Melambat, Akhir Tahun akan Meningkat

0
43

(Vibizmedia – Economy) – Bank Indonesia (BI) merilis hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) dan melaporkan bahwa penjualan eceran pada bulan September 2017 tetap tumbuh meningkat meskipun lebih rendah dibanding bulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) September 2017 yang tumbuh 1,8% (yoy), lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 2,2% (yoy) menjadi 201,2.

BI menunjukkan pertumbuhan penjualan ritel pada September 2017 yang melambat terjadi pada kelompok makanan dengan pertumbuhan sebesar 7,6% (yoy) atau melambat dibandingkan 7,9% (yoy) pada bulan sebelumnya. Sementara kelompok non makanan mengalami kontraksi yang semakin dalam, dari -5,9% (yoy) pada Agustus 2017 menjadi -6,2% (yoy).

“Pada Desember 2017, penjualan eceran diperkirakan kembali meningkat tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) 3 bulan yang naik dari 141,0 menjadi 153,1,” tulis BI dalam keterangan resminya (8/11).

Secara regional, kontraksi pertumbuhan tahunan IPR pada September 2017 terjadi di 3 kota dengan kontraksi terdalam terjadi di Denpasar yaitu-12,6% (yoy).

Survei juga mengindikasikan tekanan kenaikan harga di tingkat pedagang eceran tiga bulan mendatang (Desember 2017) meningkat. Indikasi tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan yang akan datang sebesar 148,0 lebih tinggi dari 145,0 pada bulan sebelumnya.

Analis Vibiznews melihat adanya pertumbuhan yang melambat dalam penjualan eceran ini. Sebagian ini merupakan, mungkin, gambaran adanya penurunan daya beli masyarakat, yang belakangan ini banyak menjadi sorotan. Namun demikian, perkiraannya pada akhir tahun masih akan ada kenaikan penjualan yang bisa jadi disebabkan oleh musim liburan, hari raya Natal dan Tahun Baru. Karenanya, indikasi tentang penurunan daya beli ini perlu diuji lagi dengan berjalannya waktu.

 

Sumber: BI

Editor: J. John

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here