Pasar Tunggu Kemampuan Pemerintah Inggris Untuk Mengawal RUU Perdagangan Bebas

0
50

(Vibizmedia – Economy & Business) – Sterling secara umum menguat terhadap dolar pada hari Selasa, memperpanjang kenaikannya dari hari Senin setelah penurunan dramatis pekan lalu, karena babak baru perundingan Brexit memasuki cakrawala memberikan dorongan kehati-hatian terhadap optimisme investor.

Pada hari Kamis mendatang, Inggris akan memasuki tahap negosiasi berikutnya dari keputusannya untuk keluar dari Uni Eropa. Para pebisnis dan investor sama-sama menunggu hasil pertemuan penting ini.

Pemerintah Perdana Menteri Theresa May mengatakan pada hari Selasa bahwa pihaknya akan mengajukan undang-undang ke parlemen yang diperlukan untuk membiarkan Inggris menjalankan sebuah kebijakan perdagangan independen setelah meninggalkan UE.

RUU perdagangan berisi ketentuan untuk membantu Inggris dalam upaya untuk mengubah perjanjian perdagangan bebas dengan UE dimasa yang akan datang.

Sterling turun 0,2 persen terhadap dolar pada hari Selasa, diperdagangkan pada $ 1,3150, mengimbangi sedikit keuntungan yang terjadi pada hari Senin.

Terhadap euro, pound bertahan stabil pada 88 pence, meskipun mata uang tunggal mencapai level terendah 3-1 / 2-bulan terhadap dolar.

Meskipun mengalami rebound sederhana ini, ketidakpastian seputar kemampuan pemerintah Konservatif Inggris untuk memimpin negara tersebut menuju kesepakatan Brexit yang kuat terus membebani pound.

Investor mengamati petunjuk kesehatan ekonomi Inggris yang dapat mempengaruhi rencana Bank of England untuk menaikkan suku bunga di masa depan menyusul kenaikan suku bunga historis pekan lalu.

Sebuah survei oleh British Retail Consortium pada hari Selasa menunjukkan penurunan belanja ritel bulan lalu pada laju tercepat sejak 2008.

Namun angka dari pemberi pinjaman hipotek Halifax pada hari Selasa menunjukkan bahwa harga rumah naik dalam tiga bulan sampai Oktober pada laju tercepat sejak Februari, sejalan dengan ekspektasi pasar.

Selasti Panjaitan/VMN/VBN/Senior Analyst Stocks-Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here