Harga Emas Sentuh Terendah 2 Minggu; Pelemahan Wall Street Memberikan Dukungan

0
40

Harga emas sempat menyentuh level terendah dalam dua minggu pada hari Senin sebelum akhirnya mengurangi kerugian karena sinyal grafik membantu mengimbangi tekanan dari dolar AS yang lebih kuat.

Harga emas spot LLG turun 0,01 persen pada $ 1,280.43 per ons pada pukul 2:53 siang. EDT, mengurangi kerugian akibat aksi beli teknis setelah mencapai level terendah sejak 6 Oktober di level $ 1,271.86.

Harga emas berjangka A.S. untuk pengiriman Desember ditutup naik $ 0,40, atau 0,03 persen, pada $ 1,280.90 per ons.

Harga emas juga mendapat tekanan dari ekspektasi bahwa kebijakan moneter ultra-longgar Jepang akan tetap berlaku setelah kemenangan pemilihan Perdana Menteri Shinzo Abe pada akhir pekan mengangkat dolar ke level tertinggi tiga bulan terhadap yen.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga A.S., yang menaikkan biaya kesempatan menahan emas yang tidak menghasilkan sambil mendorong dolar, di mana harganya terjangkau.

Dolar telah membukukan kenaikan satu hari terbesar dalam satu bulan pada hari Jumat setelah Senat A.S. menyetujui cetak biru anggaran untuk tahun buku 2018, yang memungkinkan para Republikan untuk mengejar paket pemotongan pajak tanpa dukungan Demokrat.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertimbangkan untuk mencalonkan Gubernur Fed Jerome Powell dan ekonom Universitas Stanford John Taylor untuk dua tugas utama Federal Reserve. Powell dianggap kurang hawkish dibanding Taylor, yang terlihat menganjurkan suku bunga yang lebih tinggi.

Perak naik 0,26 persen pada $ 17,04 per ons, sebelumnya mencapai $ 16,84, terendah sejak 9 Oktober. Platinum naik 0,5 persen pada $ 924,90 per ons dan paladium turun 1,6 persen pada $ 959,20 per ons.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas berpotensi naik terbantu pelemahan bursa Wall Street. Harga diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,282-$ 1,284, dan jika harga turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 1,278-$ 1,276.

Asido Situmorang/VMN/VBN/Editor & Senior Analyst Vibiz Research Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here