Bursa Wall Street Ditutup Cetak Rekor, Naik 25% Sejak Trump Memerintah

0
72

(Vibiznews – Index) – Bursa Saham AS Kamis subuh WIB ini ditutup menguat (Rabu waktu AS) setelah Federal Reserve merilis risalah meeting sebelumnya yang menunjukkan bahwa ekonomi AS cukup kuat untuk kenaikan suku bunga lagi di bulan Desember.

Dow Jones Industrial Average naik 40 poin dan berakhir pada rekor 22.872,89, dengan Johnson & Johnson memberikan kontribusi paling banyak terhadap kenaikan tersebut.

S&P 500 juga mencatat rekor penutupan, naik 0,2 persen menjadi 2.555,24, dengan dipimpin sektor properti.

Nasdaq composit juga naik 0,25 persen, menjadi pada penutupan tertinggi sepanjang sejarahnya di level 6.603,55.

Risalah meeting menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga bulan Desember sudah cukup pasti meskipun tingkat inflasi rendah, demikian dirilis dari CNBC (12/10).

“Konsisten dengan ekspektasi bahwa kenaikan bertahap federal funds rate sudah memadai, banyak pihak berpikir bahwa kenaikan lain dalam kisaran akhir tahun dimungkinkan terjadi jika prospek jangka menengah tidak berubah,” demikian ringkasan rapat the Fed 20 September menyatakan.

Sebagian besar pelaku pasar memang sudah memperkirakan kenaikan suku bunga akan segera terjadi di bulan Desember.

Bank sentral AS mempertahankan suku bunganya bulan lalu, namun mengatakan akan mulai meluncurkan portofolio senilai $ 4,5 triliun bulan ini.

Saham telah bersinar cemerlang pada tahun ini. Tiga indeks utama telah mencapai titik tertingginya sepanjang masa dan semuanya naik lebih dari 10 persen pada 2017. Bursa belakangan ini telah diangkat oleh kuatnya data ekonomi AS dan harapan baru terhadap reformasi pajak.

Presiden Donald Trump tweet tentang pasar saham pada Rabu waktu AS (Kamis pagi WIB), bahwa bursa saham telah menguat 25% sejak dia terpilih sebagai Presiden AS. Dia mengatakan itu akan tumbuh “dengan melompat dan berlipat” jika reformasi pajak telah selesai.

Wall Street berikutnya menantikan berita perusahaan pada hari Rabu, karena musim pendapatan mulai meningkat. Di antara yang dijadwalkan melapor minggu ini, termasuk bank besar seperti Citigroup, JPMorgan Chase dan Bank of America.

“Tahun ini mungkin merupakan tahun pertama dalam enam atau tujuh tahun terakhir di mana semua bank bisa fokus pada pertumbuhan dan bukan pemotongan biaya,” ujar analis pasar kepada CNBC.”

Analis Vibiznews melihat bahwa kenaikan lanjutan indeks saham di Wall Street masih mungkin berlanjut, terutama bila earnings report perusahaan akan melampau prediksi serta usulan reformasi pajak dari Trump disepakati. Namun, bagaimanapun koreksi pasar, sebagai bentuk kesempatan ambil untung investor pastinya akan datang, cepat atau lambat.

Analis: J. John
Editor: J. John

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here