Pemerintah Ajak Produsen Antisipasi Pergeseran Perdagangan Dunia Offline Menuju Dunia Online

0
179
Presiden Joko Widodo menghadiri Economic Talkshow Ekonomi Baru di Era Digital dan membuka Indonesia Business & Development Expo di Plenary Hall, JCC. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Ada pergeseran perdagangan dari dunia offline menuju dunia online. Presiden Joko Widodo mengingatkan akan ada perubahan-perubahan gaya hidup, konsumsi, konsumen di ekonomi digital, pergeseran awal terletak pada pergeseran perniagaan.

Trendnya sekarang orang jauh-jauh ke toko atau ke mall kena macet di jalan, ngantri di kasir. Cuma keluarkan  hape, keluarkan smartphone, buka aplikasi, tik tik tik tik tik, tinggal tunggu barangnya diantar sampai ke rumah, terang Presiden Jokowi pada acara Economic Talkshow “Ekonomi Baru di Era Digital” di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (20/9).

Presiden mengaku bahwa dirinya pesan gado-gado enggak usah datang ke warung gado-gado. Tinggal minta Go Food, 30 menit datang. Beli sate tidak usah datang ke warung sate. Tinggal Go Food 30 menit paling lama satu jam, satenya datang. Ingin nasi Padang juga sama, kalau dirinya di Istana ini ingin nasi Padang ya sudah. “Klik klik klik klik 30 menit, nasi Padangnya nongol,” terangnya.

Media sosial mengakibatkan pergeseran dari konsumen barang lebih ke konsumsi pengalaman, konsumsi experience. “Yang populer sekarang adalah orang posting di Facebook, posting ke Instagram, posting ke twitter, terang Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, sekarang orang atau kita tidak lagi terlalu mengejar barang-barang bermerek. Tidak lagi terlalu ke barang-barang branded.  “Anak muda udah ngomong, wah kuno kayak gitu itu. Beli barang branded, beli barang yang  bermerek, sudah kuno, terangnya.

Tapi sekarang yang diincar orang, lanjut Presiden Jokowi, adalah kenang-kenangan, memori, pengalaman-pengalaman itu yang dikeluarkan. Kemudian dipasang untuk selama-lamanya di Facebook, dipajang di Instagram, dan dikeluarkan di Youtube.

Presiden melanjutkan, sharing ekonomi. Sebuah revolusi pada sisi suplai, atau sisi ketersediaan. “Ini juga harus kita lihat, apakah ada pergeseran, apakah ada perubahan, iya. Sekali lagi sharing ekonomi sebuah revolusi pada sisi suplai. Gojek, Grab, Uber, We Work, ungkap Presiden.

Disamping itu, Presiden mengingatkan, agar kita harus berhati-hati akan ada perubahan bukan hanya pola konsumsi, tapi juga pola kerja. Ini akan berubah semuanya. Dan pada pola produksi akan ada perubahan. “Pengusaha hati-hati, yang ingin memulai berusaha juga hati-hati. Ini peluang tetapi juga ada ancaman, tegas Presiden.

Ditambah lagi, dampak pada struktur pengeluaran, juga akan berdampak pada struktur pengeluaran atau spending, atau belanja. Menurut Presiden, perubahan-perubahan seperti ini yang kalau kita tidak cermat dan teliti mengamati bisa kecele kita, bisa terkaget-kaget kita.

Ia lantas mengambil contoh, dulu orang harus keluar duit Rp50 ribu-Rp75 ribu untuk beli DVD. Sekarang ratusan ribu video gratis di youtube, di facebook, di instagram bisa dilihat, bisa dipakai. Dulu orang harus keluar duit untuk beli buku, beli koran, beli majalah. Sekarang, segala macam berita dan tulisan gratis ada di internet.

Semuanya ini, menurut Presiden Jokowi, tentunya akan berdampak sangat dahsyat pada sisi produksi. Karena itu, Presiden meminta agar produsen harus hati-hati mencermati, meneliti, melihat pola pergeseran ini menuju kemana, karena semua akan punya dampak yang dahsyat pada sisi produksi.

Untuk itu, dalam menghadapi perubahan-perubahan tersebut, pemerintah memiliki strategi yaitu keleluasaan untuk eksperimentasi harus diberikan kepada seluruh masyarakat. Karena inovasi memerlukan eksperimen.

Untuk menggempur peraturan agar semakin sedikit dan lincah melakukan inovasi, hal-hal yang baru harus dicoba, dan ini memerlukan cost dan biaya. Berarti start up jangan dicekik dengan regulasi berlebihan. Jangan terlalu diatur-atur, tegas Presiden.

Kedua, lanjut Presiden, yang namanya infrastruktur ICT harus dikejar, karena ini jadi kunci. Itu sebabnya, Presiden mengaku dirinya selalui menanyakan mengenai perkembangan Palapa Ring, karena ini jadi kunci.

Ketiga, menurut Presiden Jokowi, kita akan fokus ke cyber security. Ia menyebutkan, beberapa bulan lalu, pemerintah telah membentuk Badan Cyber dan Sandi Negara. Ini dalam proses bentuk kelembagaannya, terangnya.

Journalist: Rully

Editor        : Mark Sinambela       

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here