Bandung Menjadi Kota Minim Birokrasi dengan Aplikasi Smart City

0
441

(Vibizmedia – National) – Kota Bandung disebut sebagai salah satu kota yang paling kreatif di Indonesia, dengan mengaplikasikan teknologi smart city untuk reformasi pelayanan pemerintah kota di bawah kepemimpinan Walikota Ridwan Kamil. Salah satu terobosannya adalah penggunaan skema PPP (public-private partnership) untuk membiayai kebutuhan pembiayaan infrastruktur kota.

Program Smart city telah menjadikan Bandung, kota terbesar ketiga di Indonesia, sebagai model pembangunan daerah yang dapat memangkas birokrasi dan korupsi, demikian dirilis CNBC belum lama ini (CNBC, 14/9).

Kepada CNBC, Ridwan Kamil menyebutkan: “Kami memiliki kinerja terbaik dalam birokrasi pemerintahan di Indonesia saat ini.”

Dengan berinvestasi di teknologi Bandung telah berhasil mengalami transformasi pelayanan kepada masyarakat yang semula menghadapi korupsi kepada peningkatan pelayanan yang efisien, ujarnya di satu acara Summit di Singapura.

Pada awal tahun ini MenPAN-RB, Asman Abnur memberikan apresiasi bagi kabupaten/kota yang telah mengimplementasikan SAKIP (Sistem Akuntanbilitas Kinerja Intansi Pemerintahan) secara memuaskan, salah satunya Kota Bandung. Menurutnya, Pemkot Bandung telah melakukan penghematan anggaran lebih dari 35 persen ataau Rp2 triliun dengan melakukan refocusing kegiatan pada tahun 2016 sebanyak 5.701 kegiatan menjadi 4.814 pada tahun 2017. Selain itu, disebutkan Pemkot Bandung juga menerapkam aplikasi penganggaran berbasis kinerja (e-performance based budgeting) untuk mendorong praktek pemerintahan yang baik.

Walikota Kamil dalam tiga tahun kepemimpinannya telah membangun 400 aplikasi software untuk mempercepat pelayanan publik. Salah satunya yang disebut GAMPIL (singkatan dari Gadget Mobile Application for Licence), yang memungkinkan untuk usaha mikro dengan omset kurang Rp 500 juta per tahun tidak harus terpaku berbagai perizinan namun cukup mendaftarkannya secara online.

“Kami satu-satunya kota di Indonesia di mana usaha UKM tidak perlu perizinan, hal mana telah memangkas banyak peluang korupsi,” ujarnya kepada media internasional ini. Disebutkan sudah 60 ribu UKM baru muncul hanya dalam tiga bulan setelah peluncuran aplikasi ini. Penggunaan e-budgeting telah memangkas program-program yang tidak efektif dan boros, sehingga tahun lalu Pemkot Bandung dapat mengemat anggaran sekitar Rp2,6 triliun (ekuivalen $200 juta).

Indonesia, sebagai perekonomian terbesar di kawasan Asia Tenggara, berlimpah dengan populasi kaum muda dengan tingkat penetrasi internet yang tinggi, itu sebabnya digitalisasi pelayanan publik bukan hal yang mengherankan. Kamil meyakini bahwa kelompok millennial yang aktif menggunakan teknologi akan mengubah wajah Indonesia di lima tahun ke depan.

Indonesia, menurut Ridwan, memerlukan pemimpin yang paham menangani aneka masalah. “Saya telah memintakan kepada 70 dinas di kota saya supaya memiliki akun social media, dan saat ini tingkat kepercayaan kepada administrasi pemkota telah meningkat mencapai 90 persen,” ujarnya kepada CNBC.

Skema PPP

Pengalaman Kamil di sektor swasta sebelumnya banyak membantunya untuk mengatasi satu isyu nasional: lambannya infrastruktur.

Walikota Bandung ini menginisiasikan skema kerjasama pemkot – swasta atau public-private partnership (PPP) model, di mana para investor skala dunia diundang untuk membangun proyek-proyek dengan kontrak jangka panjang di Bandung. Cara konvensional dalam pembiayaan infrastruktur selama ini dipandangnya terlalu lambat.

Karena anggaran pemerintah pastinya tidak memadai, skema PPP dapat memenuhi kebutuhan Bandung akan infrastruktur dalam tempo satu dekade saja, dibandingkan cara tradisional yang mungkin perlu waktu 30 tahun, pungkasnya lagi.

400 Aplikasi Smart City

Bandung Smart City merupakan konsep sebuah kota yang memiliki koneksi terintegrasi dalam berbagai bidang. Hal ini memberikan dampak praktis dan efisiensi dalam pengelolaan kota. Contohnya, penanggulangan masalah kemacetan, penumpukan sampah, perbaikan jalan rusak, dan untuk mengetahui kondisi masyarakat Kota Bandung.

Selain itu, lebih dari 400 aplikasi sudah diciptakan saat ini oleh Pemerintah Kota Bandung dalam mempermudah penyelesaian masalah yang ada di Kota Bandung. Sehingga saat ini masyarakat Kota Bandung dimudahkan dengan pelayanan publik yang berbasis teknologi. Ini dapat mempersingkat waktu penyelesaian urusan dan pelayanan masyarakat.

Aplikasi layanan aduan masyarakat (Lapor!) dan aplikasi pelayanan masyarakat berbasis online serta e-budgeting lainnya menjadi satu dari sekitar 400 perangkat lunak yang telah dibuat Pemerintah Kota Bandung untuk mendukung menyelesaikan permasalahan baik di lingkungan masyarakat maupun di internal birokrasi.

Memang dewasa ini pemanfaatan teknologi informasi sudah semakin luas. Teknologi tidak lagi hanya digunakan untuk perangkat smartphone saja, teknologi informasi juga sudah mulai masuk ke berbagai sektor lainnya. Termasuk, sudah saatnya sistem dan teknologi informasi masuk ke ranah pemerintahan.

Sudah waktunya, atau akan tertinggal sama sekali.

 

Sumber: CNBC dan berbagai sumber lain

Editor: J. John

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here