Korut Luncurkan Rudalnya; Bursa Saham Tergelincir, Emas Langsung Melejit

0
765

(Vibizmedia – Market) – Bursa saham dunia hari ini cenderung merosot sementara harga aset kelompok safe-haven terpantau melejit setelah Korea Utara meluncurkan rudal yang melintasi wilayah udara Jepang dan jatuh di Samudra Pasifik di lepas pantai Pulau Hokkaido. Pasar menguatirkan meningkatnya tensi politik antara Washington dan Pyongyang (29/08).

Bursa Nikkei di Jepang sempat menyentuh level empat bulan terendahnya sebelum ada koreksi teknikal hari ini. Sementara itu, Kospi Korea Selatan terpangkas sebesar 1,6 persen. Di Eropa, indeks bursa STOXX 600 juga tergelincir lebih dari satu persen ke level enam bulan terendahnya. Demikian pula IHSG di BEI siang tadi juga sempat tergerus sampai 0,65% , namun kemudian menguat sedikit dan berakhir melemah ke posisi 5888,21.

Para analis dan pelaku pasar menilai bahwa peningkatan tensi di Semenanjung Korea ini mendorong investor untuk melepaskan aset-aset berisiko tinggi. Namun demikian sebagian juga melihat adanya peluang untuk memburu saham di harga diskon.

Korea Utara telah meluncurkan rudal balistik dan jatuh di Utara lepas pantai Hokkaido. Negeri ini melakukan test peluncuran rudal lusinan kali di bawah kekuasaan Kim Jong-Un, namun baru kali ini rudalnya sampai melintasi daratan Jepang.

Negeri ini telah mengancam di bulan ini akan meluncurkan rudal ke laut daerah Pulau Guam yang dalam penguasaan AS, setelah Presiden AS Donald Trump mengingatkan bahwa Pyongyang akan menerima api dan murka bila mencoba mengancam Amerika Serikat.

Mata uang dollar terpantau melemah 0,6 persen terhadap yen di level 108.56. Memang mata uang yen cenderung diuntungkan oleh situasi geopolitik ini mengingat Jepang adalah kreditur terbesar di dunia dan pasar mengasumsikan bahwa investor Jepang akan menarik ulang dana mereka kalau krisis sampai terjadi.

Di tempat lainnya, dalam perkembangan pasar ini euro menguat tajam melewati level 1.20 terhadap dollar di seputar level resistant. Mata uang kawasan ini mempertahankan trend-up-nya setelah Presiden ECB, Mario Draghi, tidak menyinggung hal penguatan euro ini yang diisyaratkan pasar bahwa euro masih mungkin menanjak lagi.

Harga emas hari ini melonjak 0,85 persen ke level $1.321 per troy ounce, mencapai level sembilan bulan tertingginya. Harga logam mulia ini juga diangkat dalam kondisi administrasi pemerintahan Trump yang sedang bergejolak dalam kekuatiran akan penutupan pemerintahan.

Harga emas dalam rupiah juga terpantau berlanjut menguat sore ini ke level Rp566.793 dari posisi Rp552 ribuan di minggu lalu.

Analis Vibizmedia melihat bahwa tensi geopolitik Semenanjung Korea ini patut untuk terus diamati investor karena sewaktu-waktu dapat pecah membawa eskalasi yang lebih tinggi, dan itu akan mendongkrakkan lagi harga emas dunia dan menggerus bursa saham domestik maupun dunia. Atau, tensi mereda dan akan membuat harga berbalik rebound, di mana posisi ini sering kali diincar investor sedunia: buy on dips sesuai dengan prinsip “buy low sell high”.

 

Sumber: berbagai sumber

Editor: J. John

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here