Pancasila, Ideologi Bangsa Indonesia Untuk Hadapi Tantangan di Masa Depan

0
594
Peluncuran Program Penguatan Pendidikan Pancasila di Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu 12 Agustus 2017.(Photo: Setpres)

(Vibizmedia – National) Saat ini perubahan di dunia terjadi dengan sangat cepat dan tentunya perubahan ini harus diantisipasi oleh setiap Negara dan warganya. Pancasila, sebagai sebuah ideologi bangsa dianggap dapat menjadi bintang pengarah untuk menghadapi tantangan tersebut. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika memberikan sambutan pada Peluncuran Program Penguatan Pendidikan Pancasila di Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu 12 Agustus 2017.

“Mengarahkan kembali cita-cita kemerdekaan itu kemana, ideologi itu lah yang mengarahkan kita. Siapa ideologi itu? Pancasila,” ucap Presiden.

Perlu dilakukan penguatan nilai-nilai karakter bangsa dan keagamaan, agar perubahan yang terjadi tidak memberikan pengaruh buruk. Karena terjangan, pertarungan ideologi, infiltrasi ideologi tengah terjadi dan salah satunya melalui melalui media sosial. “Sekarang hati-hati, jangan sampai nilai-nilai kita hilang, karena terjangan infiltrasi ideologi,” ujar Presiden.

Diakui faktanya memang sulit menghadang infiltrasi budaya terjadi, contohnya music luar negeri. Tapi Presiden mengatakan bahwa hal ini tidak perlu terlalu dirisaukan, selama dilakukan untuk mengetahui ada dimana posisi kita dan untuk membandingkan kualitas musik mereka dengan grup musik dalam negeri.

Selain untuk mengukur keberadaan grup musik di tanah air, menonton sebuah konser grup musik dari luar negeri juga diperlukan untuk membandingkan bagaimana penataan presentasi musik mereka meliputi manajemen lighting, manajemen panggung dan juga pengelolaan penonton. “Itu yang ingin saya lihat,” ucap Presiden.

Oleh karenanya Presiden mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara besar yang memiliki kekayaan alam, seni, dan budaya. “Kita memiliki semuanya, budaya kita juga kita lihat yang tarian, dari Sabang sampai Merauke berapa puluh ribu kita miliki,” tuturnya.

Keberagaman budaya ini mengingatkan bahwa ideologi Pancasila untuk mengarahkan kembali kepada cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Terakhir, Presiden berharap masyarakat tetap waspada dan terus memegang teguh Pancasila dalam rangka memenangkan pertarungan ideologi dengan negara lain. Dirinya juga mengingatkan bahwa pertarungan ideologi belum selesai dan masih akan terus berlanjut.

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya, Wakil Presiden keenam Try Sutrisno yang juga anggota Dewan Pengarah UKP-PIP, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggu M Nasir, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki , Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Ketua UKP PIP Yudi Latief, para anggota Dewan Pengarah UKP-PIP Mahfud MD, Syafi’i Ma’arif, Wisnu Bawa Tenaya dan Sudhamek AWS.(em)

Journalist: Rully                                                                                                                    Editor: Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here