Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masuk 3 Besar Negara G-20

0
357
Presiden Joko Widodo KTT G-20, 2016 (Photo: Setpres)

(Vibizmedia – National) Pertumbuhan ekonomi Indonesoia dibandingkan dengan negara-negara besar G-20, berada pada kelompok 3 (tiga) yang terbaik. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak semua pihak mensyukuri hal ini, Indonesia hanya kalah dari India dan Tiongkok (RRC).

“Korea Selatan, Meksiko, Jerman, Uni Eropa, Amerika, Arab Saudi, Jepang semuanya di bawah kita jauh. Ini yang sering kita tidak menyadari dan tidak mensyukuri,” kata Presiden Jokowi di Jakarta, Selasa (8/8) pagi.

Meskipun pertumbuhan ekonomi dunia sangat melambat dan sangat tidak baik, Presiden menekankan, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih pada posisi di atas 5 (lima) persen.

“Baru kemarin diumumkan lagi untuk kuartal yang kedua 2017, berada pada posisi di atas 5,yaitu 5,01 persen. Ini patut kita syukuri,” ujar Presiden. Inflasi juga sudah bisa ditekan, artinya pengendalian harga ini bisa dlakukan dengan baik.

Dijelaskan juga oleh Presiden Jokowi, kita baru fokus untuk menyelesaikan infrastruktur, karena ini merupakan hal yang mendasar sekali dalam rangka persaingan dengan negara-negara yang lain.

Kondisi daerah perbatasan diperbaiki, pelabuhan-pelabuhan besar dibangun meskipun belum selesai tapi terus akan dikerjakan. Jalan tol dan jalur kereta api di luar Jawa juga dimulai, airport di pulau-pulau terpencil mulai dikerjakan dalam 3 tahun terakhir ini.

“Dengan ini apa yang akan kita peroleh? Akan terjadi mobilitas barang dan mobilitas orang yang bisa nantinya menurunkan harga-harga bahan pokok di seluruh tanah air,” jelas Presiden.

Diakui oleh Kepala Negara, memang belum semua proyek infrastruktur yang dibangun itu selesai, sehingga belum dirasakan oleh masyarakat. Tetapi kalau daerah-daerah sudah terkoneksi dengan baik maka harga-harga diseluruh tanah air ini akan terkendali dan pada posisi yang bisa bersaing dengan negara-negara lain.

Setelah infrastruktur selesai atau dalam proses akan selesai, lanjut Presiden Jokowi, pemerintah akan masuk ke dalam pembangunan sumber daya manusia. Karena kalau airport, pelabuhan, jalan tol, jalur kereta api ini selesai, kemudian sumber daya manusianya tidak disiapkan sejak anak-anak, percuma pembangunan infrastruktur yang sudah dikerjakan tadi.

“Inilah yang harus kita siapkan karena tanpa itu negara ini tidak akan menjadi sebuah negara yang kuat,” ujar Presiden.

Journalist: Mytri                                                                                    Editor: Mark Sinambela                                                                          Resource: Setkab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here